Anggota DPR RI Jaelani Ingatkan KKP Tak Beratkan Nelayan soal Kebijakan VMS


Kendari - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Jaelani mengingatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tidak memberatkan nelayan dalam hal kebijakan pemasangan Vessel Monitoring System (VMS).
Hal itu diungkapkan Jaelani usai menerima keluhan puluhan nelayan di Kota Kendari yang menolak pemberlakuan pemasangan sistem pemantau kapal tersebut.
Menurutnya, para nelayan mengeluhkan biaya pemasangan dan operasional VMS yang tinggi, serta kompleksitas penggunaan alat tersebut. Mereka khawatir kebijakan ini akan semakin menyulitkan para nelayan dalam mencari nafkah.
"Saat bertemu langsung dengan sahabat-sahabat nelayan di Kendari, mereka menolak kebijakan VMS ini karena biaya pemasangannya sangat mahal," kata Jaelani dalam keterangan tertulisnya, Minggu 5 Januari 2025.
"Nelayan meminta agar pemasangan VMS ini digratiskan kepada kapal di bawah 30 GT. Termasuk air time digratiskan juga," tambahnya.
Rencananya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memberlakukan pemasangan VMS pada seluruh kapal nelayan.
Alat sistem pemantauan kapal ini akan menggunakan sinyal satelit untuk melacak lokasi dan pergerakan kapal.
Namun, menurut Jaelani, alat pemantau kapal nelayan sudah banyak digunakan dan telah diberlakukan pemerintah selama ini.
"Menurut rekan-rekan nelayan, kegiatan pemantauan itu sudah ada di E-PIT, E-Logboom dan Spotrace. Kenapa mesti ada lagi VMS ini," katanya.
Ia mengaku, sejumlah nelayan sudah pernah menggunakan perangkat pemantau kapal. Namun mereka trauma dengan mahalnya biaya yang mesti dikeluarkan.
"Para pelaku usaha yang pernah
melakukan pembelian perangkat dan ketika rusak tidak ada teknisi yang stand-by di pelabuhan. Sehingga pelaku usaha harus mengambil pilihan yang cepat untuk pembelian alat baru
yang relatif lebih mahal. Hal ini jelas menambah biaya produksi bagi nelayan," imbuhnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meragukan kualitas alat pemantauan VMS yang tidak dapat dideteksi sendiri oleh pemilik kapal perikanan.
"Kami berharap pemerintah dapat mencari solusi yang lebih adil dan tidak memberatkan nelayan kecil," imbuh Ketua DPW PKB Sultra ini.
Ia menegaskan pentingnya melibatkan nelayan dalam pembuatan kebijakan terkait sektor perikanan. Minimal, setiap kebijakan baru dilakukan sosialisasi kepada para pemilik kapal perikanan.
"Terhadap aspirasi masyarakat ini, akan saya langsung tanyakan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kebetulan mitra komisi kami di komisi IV. Saya harap, kebijakan ini tidak menyulitkan dan memberatkan nelayan," tegasnya. Rilis.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaRibuan Warga Meriahkan Jalan Santai HUT Kolaka Utara Ke-21 Berhadiah Umrah
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







