Apel Pagi Masih Jadi 'Momok' Bagi ASN Pemprov Sultra, Disorot Asisten I


Kendari - Kendati telah menjadi rutinitas mingguan, apel pagi gabungan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (9/9) pagi ternyata masih menghadapi tantangan besar dalam hal kepatuhan.
Apel pagi seakan menjadi 'momok' bagi ASN Pemprov Sultra jika dilihat dari segi kehadiran.
Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Suharno, menyoroti hal itu.
Dalam pidatonya, Suharno menyampaikan apresiasi dan juga kritik tajam terhadap tingkat kehadiran apel gabungan.
"Alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kenikmatan sehat, sehingga hari yang cerah ini kita dapat menunjukkan salah satu kewajiban kita setiap minggu sekali, hari Senin, Apel gabungan," ujarnya.
Ia menggarisbawahi betapa pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari kewajiban pegawai, menegaskan bahwa meskipun apel terlihat sebagai kewajiban sederhana, pelaksanaannya sering kali kurang memadai.
Suharno mengungkapkan keprihatinannya mengenai tingkat kehadiran apel, yang menurutnya sering kali tidak mencapai angka 50 persen, bahkan dalam lingkup sekretariat terkadang hanya 30 persen.
"Kewajiban yang paling gampang tapi susah dilaksanakan, yaitu apel. Apalagi apel pagi, apel sore kalau masih ada, paling tingkat kehadiran hanya berapa persen," katanya.
Dengan apresiasi yang disampaikan kepada mereka yang hadir, Suharno menekankan pentingnya konsistensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas rutin, agar setiap pegawai dapat memenuhi kewajiban mereka dengan lebih baik di masa mendatang.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPembahasan APBD dan Penyerapan Anggaran Jadi Perhatian Pemprov Sultra
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







