Berita  

Bau Badan pada Anak Apakah Tanda Penyakit, Begini Penjelasannya

Ilustrasi. Foto: Dok. Alodok.

Kendari – Bau badan pada anak sering dianggap sebagai hal yang umum terjadi, terutama ketika mereka aktif bermain dan berkeringat. Namun, terkadang bau badan yang intens pada anak bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih dalam.

Artikel ini akan menjelaskan beberapa kondisi medis yang dapat menjadi penyebab bau badan pada anak agar orang tua lebih memahami apakah aroma tidak sedap tersebut hanyalah hasil dari aktivitas sehari-hari atau mungkin merupakan tanda dari suatu penyakit yang memerlukan perhatian khusus.

Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Cepat

Bagaimana Anda bisa mengatasi bau badan pada anak secara cepat? Selain menjaga kebersihan tubuh dengan mandi teratur, penggunaan minyak telon dapat menjadi alternatif alami yang efektif.

Minyak Telon selain memiliki kandungan yang membantu mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau, juga memberikan aroma segar yang menyenangkan. Selain itu, menyemprotkan air daun mint merupakan salah satu cara menghilangkan bau badan secara cepat.

Berbagai Penyakit Yang Bisa Menjadi Penyebab Bau Badan Pada Anak

1. Penyakit Metabolik

Bau badan pada anak bisa menjadi tanda adanya penyakit metabolik. Penyakit metabolisme amino yang diwariskan misalnya, dapat mempengaruhi proses penguraian protein tubuh, menghasilkan bau yang tidak wajar.

Jika orang tua mencium aroma yang tidak biasa pada anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi apakah ada kemungkinan penyakit metabolik yang perlu ditangani dengan cepat.

2. Infeksi Bakteri atau Jamur

Bau badan yang tidak sedap pada anak bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur pada kulit. Beberapa jenis infeksi kulit, seperti kurap atau infeksi bakteri, memiliki kemungkinan menghasilkan aroma yang khas dan tidak menyenangkan.

Jika upaya perawatan kebersihan yang baik tidak mengatasi masalah bau badan tersebut, disarankan untuk segera membawa anak ke dokter untuk penanganan lebih lanjut dan diagnosis yang akurat.

3. Gangguan Gastrointestinal

Gangguan gastrointestinal pada anak, seperti masalah pencernaan atau gangguan pada lambung, memiliki potensi untuk menyebabkan aroma yang tidak biasa pada tubuh.

Jika Anda pernah memperhatikan perubahan dalam kebiasaan buang air besar atau munculnya gejala lain yang terkait dengan sistem pencernaan, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa masalah gastrointestinal menjadi penyebab dari bau badan pada anak.

4. Gangguan Kelenjar Endokrin

Gangguan pada kelenjar endokrin, seperti hipertiroidisme atau diabetes dapat berperan dalam mempengaruhi aroma tubuh anak.

Dalam beberapa situasi, ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan perubahan bau badan yang tidak biasa.

Jika Anda memiliki kecurigaan terkait gangguan endokrin sebagai penyebab bau badan pada anak, segera konsultasikan dengan dokter untuk penilaian lebih lanjut. Ini penting untuk memastikan bahwa masalah kesehatan yang mendasari dapat diidentifikasi dan diterapi dengan tepat.

5. Penyakit Ginjal

Masalah pada ginjal juga dapat berkontribusi pada bau badan yang tidak normal. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, racun yang seharusnya dikeluarkan melalui urine dapat tertahan dalam tubuh, menyebabkan bau yang tidak sedap.

Jika Anda mengamati adanya bau badan yang mencurigakan pada anak, pemeriksaan kesehatan ginjal perlu dipertimbangkan. Konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi dan penanganan yang tepat agar menjaga kesehatan ginjal anak Anda.

6. Fenilketonuria

Fenilketonuria (PKU) adalah penyakit genetik langka yang mengakibatkan gangguan metabolisme saat bayi lahir. Pada kondisi ini, tubuh tidak dapat memproduksi enzim fenilalanin hidroksilase yang diperlukan untuk memecahkan asam amino fenilalanin.

Akibatnya, terjadi penumpukan fenilalanin dalam tubuh, menyebabkan bau apek pada kulit, kotoran telinga, nafas, dan urin.

PKU dapat menyebabkan cacat intelektual dan perkembangan yang terhambat karena gangguan dalam pemecahan protein asam amino dari susu, daging, dan telur.

Pengobatan yang tepat diperlukan untuk mencegah kerusakan otak yang dapat disebabkan oleh tingginya kadar fenilalanin.

7. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis merupakan kondisi yang menyebabkan anak berkeringat berlebihan untuk menjaga suhu tubuh normal, yang dapat menjadi penyebab bau badan.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, ketidakseimbangan hormon akibat pubertas, atau kondisi kronis lainnya yang menyebabkan kelenjar keringat memproduksi keringat terlalu banyak.

Jika keringat berlebih terbatas pada bagian tubuh tertentu, kemungkinan memiliki hiperhidrosis fokal. Pengelolaan kondisi ini melibatkan penanganan infeksi, pengelolaan hormon, atau terapi khusus yang direkomendasikan oleh dokter.

8. Asidemia Isovalerik

Asidemia isovalerik adalah kelainan genetik langka yang menyebabkan bayi mengalami bau khas kaki berkeringat atau bau tidak sedap. Kondisi ini terjadi karena menumpuknya senyawa asam isovalerik pada tubuh yang mempengaruhi darah, urine, dan jaringan.

Penumpukan ini dapat menjadi racun dan menyebabkan masalah pada kesehatan. Bayi baru lahir yang mengalami asidemia isovalerik bisa mengalami muntah, kejang, serta kelemahan beberapa hari setelah lahir.

Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mengelola kondisi ini dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Jika Anda merasa perlu memeriksakan lebih lanjut kondisi kesehatan tubuh dan kulit anak, Klikdokter menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara online sehingga Anda bisa membuat janji pemeriksaan kesehatan tanpa meninggalkan rumah.

Jangan ragu untuk buat janji pemeriksaan kesehatan agar mendapatkan penilaian dan saran yang lebih mendalam dari para profesional medis. Kesembuhan dan kebahagiaan anak Anda adalah prioritas utama. Adv


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!
Exit mobile version