Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam

Sultranesia
2 Min Baca
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Ilustrasi ayam petelur. Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur dari luar daerah yang lebih murah membuat peternak Muna Barat kesulitan bersaing di pasar.

Persoalan tersebut disampaikan Darwin saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Muna Barat, Selasa (3/11/2026).

Darwin mengatakan, salah satu hambatan utama peternak lokal adalah tingginya biaya produksi, terutama pakan ayam. Kondisi itu membuat harga telur produksi Muna Barat sulit menyesuaikan dengan telur yang dipasok dari Sulawesi Selatan.

“Perbedaan harga memang menjadi hal yang paling dialami oleh peternak-peternak kita di Kabupaten Muna Barat,” kata Darwin.

Menurutnya, persoalan pakan harus menjadi perhatian serius untuk memperkuat daya saing peternak. Pemerintah daerah juga tengah melihat peluang memaksimalkan pabrik pengolahan pakan yang dibangun di Desa Bungkolo, Kecamatan Barangka.

Darwin menyebut harga pakan yang ditawarkan usaha tersebut berkisar Rp360 ribu hingga Rp380 ribu per karung. Sementara peternak lokal masih membeli pakan dengan harga sekitar Rp420 ribu per karung.

“Memang kendalanya adalah pakan. Nah, ini yang akan kita maksimalkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Darwin mengungkapkan produksi telur di Muna Barat telah mencapai sekitar 40 ribu hingga 50 ribu butir, termasuk produksi peternak swasta.

Pemerintah daerah juga telah menganggarkan tambahan 20 ribu ayam petelur dan 15 ribu ayam potong dalam anggaran perubahan 2026. Selain itu, disiapkan bantuan sekitar 260 ekor kambing dan tambahan ayam KUB.

Namun, Darwin menegaskan penambahan populasi ternak tidak akan maksimal apabila peternak masih kesulitan bersaing dalam harga jual.

“Percuma kita tambah bibit terus, sementara kita tidak bisa bersaing dengan harga telur dari luar Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Darwin juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) di Muna Barat ikut mendukung peternak lokal dengan memanfaatkan telur hasil produksi daerah.

Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat pasar telur lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di Muna Barat.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaDarwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Bagikan:

Baca Juga