Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat

Sultranesia
2 Min Baca
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Bupati Muna Barat La Ode Darwin. Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal dari sejumlah program pembangunan, mulai dari revitalisasi sekolah, infrastruktur jalan, irigasi, hingga rencana pembangunan sekolah rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Darwin saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Muna Barat, Selasa (3/11/2026).

Darwin mengatakan, meskipun transfer ke daerah mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya mendatangkan program dari pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau dihitung-hitung, kurang lebih sekitar Rp200 miliar lebih bisa didapatkan,” kata Darwin.

Ia menjelaskan, salah satu program yang memberikan kontribusi cukup besar adalah revitalisasi sekolah. Menurutnya, jumlah sekolah yang mendapatkan program pembangunan maupun perbaikan di Muna Barat telah mendekati 100 unit, mencakup jenjang PAUD, SD, dan SMP.

“Kalau digabungkan semuanya, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, mungkin jumlahnya sudah hampir 100 sekolah,” ujarnya.

Selain revitalisasi sekolah, Darwin menyebut pembangunan jalan dengan anggaran lebih dari Rp40 miliar serta sejumlah program irigasi turut menambah nilai investasi pembangunan yang masuk ke Muna Barat.

Pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan sekolah rakyat yang diperkirakan membutuhkan anggaran Rp200 miliar hingga Rp300 miliar pada 2027. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap pematangan lahan, sementara Pemkab Muna Barat mendapat tanggung jawab membangun akses jalan menuju lokasi.

Darwin turut mengungkapkan rencana pembangunan gudang Bulog dan fasilitas pengering jagung serta padi. Proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan dan ditargetkan mulai dibangun dalam enam bulan ke depan.

Di sisi lain, Darwin mengakui efisiensi anggaran pemerintah pusat berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah.

“Kita ini yang diambil, dihitung-hitung kurang lebih sekitar Rp130 miliar sampai Rp150 miliar,” ungkapnya.

Ia berharap pada 2027 terjadi perubahan signifikan dalam transfer ke daerah sehingga program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan lebih maksimal.

Darwin menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya memaksimalkan program dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk menopang pembangunan Muna Barat di tengah keterbatasan anggaran.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaKUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Bagikan:

Baca Juga