Dewan Komisaris Pertamina Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Indonesia Timur


Makassar - Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) bersama Komite Audit serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko melakukan management walkthrough ke Rumah Sakit Otak dan Jantung (RSOJ) Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi pengawasan sekaligus memastikan keselarasan strategi bisnis di seluruh entitas Pertamina Group.
Kunjungan tersebut dipimpin Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono dan diikuti Komite Audit Mohammad Imran Zulkarnain Duki serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko Muhammad Arfan.
Hadir pula sejumlah pimpinan dari Pertamina Group, di antaranya Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar, Direktur Komersial PT Pertamina Bina Medika IHC dr. Harmeni Wijaya, MD, Vice President Regional Indonesia Timur PT Pertamina Bina Medika IHC dr. Muhammad Ahsan, MARS, Direktur RSOJ Pertamina Makassar Royal Biringkanaya dr. Hendry Suryono, MARS, serta jajaran direksi lainnya.
Management walkthrough ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan layanan kesehatan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Melalui Pertamina Bina Medika IHC, Pertamina terus mendorong pengelolaan rumah sakit yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono menegaskan pentingnya peningkatan mutu layanan dan pengalaman pasien sebagai kunci utama daya saing rumah sakit. Menurutnya, RSOJ perlu memastikan pemanfaatan teknologi dan peralatan medis terbaik agar mampu menghadirkan layanan yang unggul dan semakin dipercaya masyarakat. Ia juga melihat peluang besar penguatan layanan kesehatan seiring meningkatnya kebutuhan medical check-up dari berbagai mitra kerja, baik di lingkungan Pertamina, BUMN, maupun sektor non-BUMN.
Sementara itu, Komite Audit PT Pertamina (Persero) Mohammad Imran Zulkarnain Duki mengapresiasi kinerja operasional RSOJ Pertamina Makassar. Ia mengaku senang melihat tingkat okupansi pasien yang cukup tinggi, meski rumah sakit berada di luar pusat kota. Kondisi tersebut dinilainya sebagai cerminan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan.
Selain itu, ia menilai RSOJ memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi medical tourism dengan memanfaatkan potensi pariwisata Kota Makassar serta biaya layanan kesehatan yang relatif terjangkau bagi pasien mancanegara.
Pandangan serupa disampaikan Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Muhammad Arfan. Ia menilai bisnis rumah sakit merupakan sektor yang berkelanjutan dalam jangka panjang, terutama jika reputasi layanan terus dijaga dan ditingkatkan. Capaian Tingkat Hunian Tempat Tidur atau Bed Occupancy Rate yang tinggi menjadi indikator positif, sekaligus menunjukkan potensi besar pengembangan RSOJ sebagai pusat layanan otak dan jantung di Indonesia Timur yang jumlahnya masih terbatas.
Keunggulan lain yang disoroti adalah lokasi rumah sakit yang berdekatan dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sehingga memiliki nilai strategis dari sisi aksesibilitas. Hal ini membuka peluang pengembangan pasar, baik captive maupun non-captive, khususnya dari perusahaan pertambangan dan migas. Muhammad Arfan pun mendorong adanya kajian rencana ekspansi seiring meningkatnya reputasi dan tingkat hunian rumah sakit.
Direktur Komersial PT Pertamina Bina Medika IHC dr. Harmeni Wijaya, MD, menegaskan komitmen IHC untuk terus memperkuat RSOJ Pertamina Makassar sebagai pusat rujukan layanan otak dan jantung di kawasan Indonesia Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan teknologi medis, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan layanan unggulan agar rumah sakit dapat berkontribusi optimal bagi Pertamina Group dan sistem kesehatan nasional.
Melalui kegiatan management walkthrough ini, Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, sekaligus mendukung pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Rilis.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaMenteri Pendidikan Pastikan Sultra Kebagian Program Revitalisasi 71 Ribu Gedung Sekolah
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







