DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029

Sultranesia
4 Min Baca
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November Kolaka, Kabupaten Kolaka, pada Minggu (1/11/2026). Foto: Andise S

Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November Kolaka, Kabupaten Kolaka, pada Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang disemarakkan dengan event Yellow Run 5K, pembagian sembako hingga bantuan bedah rumah tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji bersama jajaran DPP, pengurus DPD I Golkar Sultra, pengurus DPD II Golkar dari 17 kabupaten/kota se-Sultra, Gubernur Sultra, Bupati Kolaka, dan Forkopimda.

Pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sultra dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Golkar, Muhammad Sarmuji. Dilanjutkan para pengurus DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Sultra yang dilantik oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sultra, La Ode Darwin.

Usai melantik pengurus DPD I Golkar Sultra, Muhammad Sarmuji meminta jajaran pengurus DPD Golkar di Bumi Anoa memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z).

Sarmuji menilai, komposisi kepengurusan Golkar Sultra saat ini telah diisi sejumlah tokoh berpengalaman, termasuk kepala daerah dan mantan kepala daerah.

Namun, kekuatan para tokoh senior tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan membangun kedekatan bersama generasi muda.

"Gen Z memiliki karakter dan pola komunikasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, Golkar harus mampu membangun pendekatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan anak muda dalam memperoleh informasi, yang perlu kita perkuat adalah jalinan atau ikatan yang bisa menyasar kepada anak-anak muda kita,” kata Sarmuji.

Ia juga menyoroti perubahan pola pencarian informasi di kalangan generasi muda yang kini semakin bergantung pada platform digital, termasuk media sosial dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Anak-anak kita berkonsultasi saat ini bukan kepada bapaknya lagi, bukan kepada ibunya, tetapi melalui AI dan platform-platform media sosial lainnya,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Sarmuji, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Partai Golkar untuk beradaptasi. Partai tidak boleh hanya mengandalkan pola komunikasi konvensional, tetapi harus hadir di ruang digital yang menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.

Ia menegaskan, Golkar harus mengambil peran sebagai partai yang mampu memimpin perubahan, bukan sekadar mempertahankan eksistensi politik.

“Partai Golkar tidak hanya ingin bertahan saja. Partai Golkar ingin memimpin perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, La Ode Darwin mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh kader dalam memperkuat organisasi sekaligus memperbesar kekuatan politik partai berlambang pohon beringin itu di Sultra.

Ia mengungkapkan, proses musyawarah di tingkat kabupaten/kota telah berlangsung relatif kondusif. Bahkan, sejumlah tahapan penyusunan kepengurusan dapat diselesaikan melalui mekanisme aklamasi tanpa menimbulkan konflik internal.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal awal untuk membangun soliditas organisasi dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

“Dalam menghadapi Pemilu nanti, kami bersama seluruh pengurus dan simpatisan berkomitmen memaksimalkan konsolidasi untuk mencapai target Partai Golkar di DPRD ke depan,” kata La Ode Darwin.

Bupati Muna Barat itu pun memasang target meningkatkan perolehan kursi Golkar di DPRD Sultra pada Pemilu mendatang. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Golkar mulai memperkuat konsolidasi organisasi dan soliditas kader hingga tingkat desa dan kelurahan.

Langkah ini sejalan dengan arahan DPP Partai Golkar yang menargetkan pelaksanaan musyawarah kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan rampung paling lambat 31 Desember 2026.

Namun, ia menegaskan bahwa penguatan partai tidak cukup hanya dengan membentuk struktur kepengurusan. Lebih dari itu, kader dan simpatisan harus mampu membangun kedekatan serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai contoh, ia menyinggung pengembangan organisasi Golkar di Kabupaten Kolaka yang tidak hanya berfokus pada pembenahan kantor DPD, tetapi juga mendorong kegiatan pemberdayaan ekonomi melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

La Ode Darwin berharap konsep tersebut dapat direplikasi di kabupaten dan kota lainnya. Dengan demikian, kantor partai tidak sekadar menjadi pusat aktivitas politik, tetapi juga dapat berkembang sebagai ruang berkumpul, berinteraksi, dan mendorong pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, ia memastikan Golkar Sultra tetap membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah. Meski memiliki latar belakang partai yang berbeda dengan Gubernur Sultra dari Partai Gerindra, Golkar tetap berkomitmen mendukung dan mengawal program pemerintahan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen bersama Irham Kalenggo, yang disebutnya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Konawe Selatan sekaligus Bupati Konawe Selatan, untuk memperkuat konsolidasi dan membesarkan Golkar di seluruh wilayah Sultra.

Usai kegiatan pelantikan, Sekjen DPP Golkar bersama jajaran bergeser ke Kantor DPD II Golkar Kabupaten Kolaka untuk diresmikan bersama peresmian Yellow Social Space yang merupakan coffee shop UMKM binaan yang diharapkan menjadi ruang interaksi bagi berbagai kalangan, termasuk generasi muda atau Generasi Z, serta tokoh masyarakat.


Editor: Andise SL

Berita BerikutnyaTarget Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Bagikan:

Baca Juga