Dr Bahri Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Penghinaan Suku Muna

Pj Bupati Muna Barat, Dr Bahri. Foto: Denyi Risman/Sultranesia.com.

Muna Barat – Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar), Dr Bahri mengultimatum pihak kepolisian segera menangkap pelaku dugaan rasisme lewat akun media sosial.

“Saya sebagai Pj Bupati Muna Barat meminta kepada para aparat penegak hukum khususnya Polda Sulawesi Tenggara untuk segera melakukan penangkapan terhadap pelaku penghinaan terhadap suku Muna,” tegas Bahri, Minggu (11/6)

Postingan tersebut dinilai telah menyebar ujaran kebencian dan fitnah terhadap suku muna.

Menurut Bahri, apabila pelaku ujaran rasisme tidak ditangani dengan efektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, akan berpotensi memunculkan konflik sosial dan berpotensi menimbulkan tindak diskriminasi.

Menurut Direktur Perencanaan Keuangan Daerah, Kemendagri ini, segala bentuk penghinaan dalam bentuk apapun tidak dapat ditolerir.

“Kami sebagai suku muna, sangat menghormati adat istiadat dan agama setiap daerah, dan tidak mentolerir segala bentuk penghinaan dan ujaran kebencian,” tutup alumni 07 STPDN ini.

Diketahui, kasus ini bermula saat akun Aldi Aldi di Facebook menulis, “Berdasarkan penelitian Asal usul masyarakat muna berawal dari para bud@k yang di penjarakan oleh bangsawan kerajaan di masa lampau”. Sembari melampirkan foto patung setengah tubuh manusia yang berjajar dan diberi rantai besi di leher patung.

Postingan itu kemudian menuai reaksi keras dari masyarakat suku muna, hingga akhirnya dilaporkan ke Polda Sultra oleh Aliansi Masyarakat Muna Menggugat, yang tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STPL/224/VI/2023/Ditreskrimsus tertanggal 8 Juni 2023.


Laporan: Denyi Risman

error: Content is protected !!