Gagal Juara Satu, Pj Bupati Mubar Bakal Evaluasi Rekrutmen STQH

Kafilah Muna Barat. Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat – Gagal raih juara 1 di ajang Seleksi Tilawah Quran dan Hadis (STQH) ke- 27 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, Pj Bupati Muna Barat (Mubar) Dr Bahri akan kembali mengevaluasi proses rekrutmen STQH dan MTQ di daerahnya.

Diketahui, ajang STQH di Bumi Anoa itu dilaksanakan pada 14-17 Juli 2023, tepatnya di Hotel Claro Kota Kendari. Ajang itu diikuti oleh 17 kabupaten kota yang ada, salah satunya Kabupaten Mubar.

Sebelum pergelaran ajang itu dimulai, Pj Bupati Mubar, Bahri telah menjanjikan hadiah umrah bagi kafilah Mubar yang berhasil meraih juara 1, namun sayang kafilah asal Bumi Laworoku itu belum meraih posisi tersebut.

Untuk itu, Bahri katakan perlunya evaluasi terhadap proses pembinaan untuk mendapatkan qori atau qoriah, hafidz dan hafidzah terbaik, sehingga dapat dipersiapkan secara paripurna dan berkesinambungan.

“Dalam waktu dekat evaluasi ini akan dilakukan bersama Kemenag Muna Barat membahas tentang persiapan agar mendapat juara di ajang STQH dan MTQ,” ungkap Bahri, Rabu (19/7).

Ia mengatakan, proses evaluasi akan dilakukan dari tingkat yang paling bawah yakni tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, serta perlunya dukungan pelatih profesional sebagai wujud kesiapan dalam mengikut lomba di ajang tersebut.

Untuk itu, Pemda akan membentuk salah satu kelembagaan dari 11 kecamatan hingga Kabupaten yaitu LPTQ, yang nantinya didukung pula dengan pendanaan dari APBD, sehingga kegiatan islamiah ini sinergi dari lingkungan desa dan kecamatan.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Mubar, La Karimu merasa bersyukur dengan pencapaian para kafilah walaupun tak meraih juara 1 di ajang perhelatan tersebut.

“Alhamdulillah dari 6 cabang yang kita ikuti, 5 mendapat penghargaan khusus,” ungkap La Karimu.

Meski begitu, La Karimu tidak menjelaskan secara rinci cabang apa saja yang berhasil mendapat penghargaan khusus.

Karimu katakan, penghargaan khusus yang didapatkan oleh kafilah Mubar merupakan perolehan medali oleh para kafilah, dan disamping itu mendapat uang pembinaan dari panitia provinsi Sulawesi Tenggara.

Ia juga turut berterima kasih kepada Pj Bupati Mubar telah memberi fasilitas sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan STQH tingkat provinsi Sulawesi Tenggara.

“Mohon maaf karena belum ada yang mendapat medali emas karena persaingan memang sangat ketat,” pungkasnya.

Ia menambahkan, sumber data manusia di Mubar juga luar biasa dibandingkan dengan kabupaten lain, namun perlunya perhatian dari pihak pemerintah terkait dengan pembinaan berkelanjutan.

Ia mengatakan, di kabupaten lain turut mendatangkan pelatih nasional bahkan mengutus yang potensial untuk belajar di luar daerah.


Laporan: Denyi Risman

error: Content is protected !!