Pengadilan Tangguhkan Penahanan Guru Supriyani


Kendari - Majelis hakim Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) menangguhkan penahanan Supriyani pada Selasa (22/10).
Supriyani merupakan guru honorer SDN 4 Baito yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemukulan terhadap seorang siswanya.
Penangguhan yang diberikan majelis hakim ini merupakan tindaklanjuti permohonan penangguhan penahanan yang diajukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sultra yang diajukan pada 21 Oktober 2024.
Dalam keputusannya, mejelis hakim mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya, terdakwa masih memiliki anak balita yang membutuhkan pengasuhan dari ibunya.
Kemudian, terdakwa adalah seorang guru yang harus menjalankan tugasnya di Sekolah Dasar Negeri 4 Baito.
Terakhir, majelis hakim menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan di atas maka cukup alasan untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi keluarga terdakwa dan tidak adanya indikasi bahwa Supriyani akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersebut.
Hakim juga memerintahkan penangguhan dengan syarat bahwa Supriyani tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan akan hadir dalam setiap persidangan yang dijadwalkan.
Selain itu, Penuntut Umum diminta segera mengeluarkan Supriyani dari tahanan.
Dalam keputusan tersebut, Hakim Ketua Stevie Rosano, bersama dua hakim anggota, Vivi Fatmawaty Ali, dan Sigit Jati Kusumo, menandatangani penetapan tersebut yang menjadi langkah penting dalam perjalanan hukum kasus Supriyani.
Kasus ini terus mendapat perhatian publik, terutama dalam hal bagaimana penegakan hukum berlangsung dan perlindungan bagi guru honorer yang sering kali berada dalam posisi rentan.
Sementara itu, proses hukum Supriyani tetap berjalan dan publik masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Penangguhan ini diharapkan dapat memberikan waktu bagi Supriyani untuk kembali bersama keluarganya, sembari menunggu penyelesaian kasus di persidangan mendatang.
Ketua LBH HAMI Sulawesi Tenggara, Andri Dermawan membenarkan penangguhan penahanan tersebut. "Iya, benar," kata Andri.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaBerapa Harga Hint Perfume Noble, Ini Bocorannya
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







