Gubernur Sultra Dukung Penuh Pelestarian Bahasa dan Sastra di Bumi Anoa


Kendari - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mendukung penuh upaya pelestarian dan pelindungan bahasa serta sastra daerah di Bumi Anoa.
Dukungan itu disampaikan Gubernur dalam sambutanya pada rapat koordinasi antar-pemangku kepentingan dalam rangka pelestarian budaya dan sastra yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sultra, dan dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yusmin, pada Minggu (4/5).
Gubernur dalam sambutannya mengapresiasi dan mendukung penuh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud Ristek serta Balai Bahasa Provinsi atas komitmennya dalam mendukung program pelindungan dan pengembangan bahasa daerah.
Gubernur mengatakan, rapat koordinasi ini penting dalam memperkuat sinergi menyelaraskan langkah, dan memastikan bahwa bahasa daerah adalah bagian penting dari identitas budaya lokal tetap lestari dan relevan di tengah aruh perubahan zaman.
"Budaya lokal sebagai identitas dan jati diri daerah kita ini berpotensi tergerus oleh waktu apabila tidak dikelola dan dilestarikan secara sistematis dan berkelanjutan, olehnya itu, rakor ini sangat penting dan baik untuk dilaksanakan secara berkesinambungan," kata Gubernur.
Pemerintah Provinsi Sultra, kata Gubernur, juga berkomitmen penuh terhadap pelestarian budaya lokal dengan menetapkan Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra daerah.
"Perda ini menjadi landasan hukum yang kuat dalam menjamin keberlanjutan, pengembangan dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah," ujarnya.
"Regulasi ini juga menegaskan bahwa Pemprov Sultra bertanggung jawab atas pelestarian budaya dan sastra daerah yang sangat kita cintai ini," imbuhnya.
Gubernur melihat bahasa daerah saat ini menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan generasi muda. Pergeseran penggunaan bahasa ini, kata dia, membutuhkan perhatian bersama, karena pelestarian bahasa tidak hanya tergantung pada penelitian dan dokumentasi, tetapi juga praktik penggunaan bahasa sehari-hari.
"Bahasa daerah akan tetap lestari jika penuturnya merasa bangga dengan bahasanya. Oleh karena itu, melalui program revitalisasi bahasa daerah 2025 mari kita dorong agar bahasa Tolaki dan Wolio kembali digunakan oleh generasi muda," pinta Gubernur.
"Jangan sampai bahasa-bahasa daerah kita ini, yang merupakan warisan budaya Sulawesi Tenggara menjadi asing bagi anak-anak kita," imbuhnya.
Gubernur kembali menegaskan bahwa Pemprov Sultra terus mendukung terhadap seluruh pihak yang secara aktif berkontrobusi dalam upaya pelindungan dan pengembangan bahasa dan sastra daerah.
"Kami percaya bahwa pelestarian budaya akan memberikan dampak luas, terutama dalam memperkuat daya saing generasi muda yang berakar pada nilai-nilai lokal," ujarnya.
Terakhir, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Sultra, khususnya para orang tua, guru, tokoh adat, tokoh agam dan pelaku seni budaya untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah dalam ruang-ruang domestik, pendidikan san sosial.
"Warisan budaya hanya akan memiliki makna jika terus digunakan, dibanggakan, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," pesan Gubernur.
Gubernur kembali mengingatkan bahwa pelindungan bahasa dan sastra bukan hanya tugas pemerintah, tetap juga tanggungjawab seluruh komponen masyarakat Bumi Anoa.
"Mari kita jaga, lestarikan, dan banggakan kembali bahasa Tolaki, Wolio dan bahasa daerah kita lainnya sebagai jati diri dan kebanggan kita bersama," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaASR Serahkan Pengelolaan Kawasan Eks MTQ ke Pemkot Kendari
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







