Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyambangi kediaman keluarga bocah perempuan berinisial N (8) yang meninggal dunia akibat kecelakaan tabrak lari. Gubernur hadir didampingi Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman.
Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat malam (6/2) sebagai bentuk belasungkawa sekaligus untuk melihat langsung kondisi keluarga korban.
Rumah duka berada di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Kedatangan orang nomor satu di Sultra itu turut didampingi Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman.
N menghembuskan napas terakhir setelah tertabrak kendaraan alat berat jenis loader di Perempatan PLN Wuawua, Kecamatan Wuawua, pada Kamis (29/1) sekitar pukul 18.23 Wita.
Insiden tersebut sempat mengundang perhatian publik karena pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.
Di hadapan keluarga korban, Andi Sumangerukka memastikan bahwa terduga pelaku tabrak lari telah diamankan oleh aparat kepolisian.
Ia menegaskan, pelaku harus bertanggung jawab penuh atas perbuatannya, baik melalui proses hukum maupun pemberian santunan kepada keluarga korban.
“Hari ini saya datang langsung ke rumah almarhumah. Berdasarkan informasi yang saya terima, pelaku penabrakan sudah ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Andi Sumangerukka dikutip Kendariinfo.
Gubernur Sultra juga meninjau kondisi tempat tinggal keluarga korban. Ia mengungkapkan, keluarga tersebut memiliki tujuh orang anak dengan kondisi ekonomi yang tergolong memprihatinkan. Ayah korban bekerja serabutan, sementara sang ibu tidak memiliki pekerjaan tetap.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, terutama karena anak-anak kerap membantu orang tua mencari penghasilan di jalanan, yang sangat berisiko terhadap keselamatan.
“Saya mengimbau agar anak-anak tidak lagi dibiarkan berjualan di pinggir jalan. Risikonya sangat besar dan membahayakan keselamatan mereka,” tegasnya.
Selain itu, Andi Sumangerukka meminta pemerintah daerah, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota, agar memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Pemerintah Provinsi Sultra berencana memfasilitasi kedua orang tua korban untuk mendapatkan pekerjaan berbasis outsourcing yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pemprov Sultra juga akan memberikan bantuan renovasi rumah bagi keluarga korban.
Editor: Muh Fajar








