Jaksa Eksekusi Sekda Kendari: Pakai Rompi Tahanan, Dibawa ke Penjara


Kendari - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala, resmi dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Kendari pada Senin (21/10), sekitar pukul 16.20 WITA.
Ridwansyah dibawa ke Lapas Kelas II Kendari dengan mengenakan rompi tahanan oranye dan diangkut menggunakan mobil Inova hitam bernomor DT 1313 KN.
Eksekusi ini dilaksanakan setelah Mahkamah Agung memutuskan vonis satu tahun penjara terhadap Ridwansyah dalam kasus tindak pidana korupsi.
Ridwansyah sebelumnya dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung dalam putusan nomor 5498K/Pid.Sus/2024, setelah sebelumnya divonis bebas di Pengadilan Tipikor Kendari.
Dalam putusan tersebut, Ridwansyah dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp50.000.000,00, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kendari, Aguslan, mengatakan bahwa eksekusi dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Masa tahanan sebelumnya akan dihitung dan diakumulasikan, sehingga sisa masa pidananya akan sesuai dengan penghitungan waktu yang tersisa,” jelas Aguslan.
Terkait penggunaan mobil operasional yang berbeda dari biasanya, Aguslan menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada Ridwansyah.
“Penggunaan kendaraan operasional bukan merupakan perlakuan khusus. Kami menggunakan kendaraan kantor yang siap dan fit untuk mempercepat pelaksanaan eksekusi, tidak ada perlakuan berbeda,” tambahnya.
Kasus Ridwansyah terkait dengan dugaan suap dari PT Midi Utama Indonesia, perusahaan yang menaungi jaringan Alfamidi. Selain Ridwansyah, dua tersangka lainnya dalam kasus ini, yaitu Syarif Maulana, tenaga ahli Tim Percepatan Pembangunan, dan mantan Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, juga masih dalam proses hukum.
“Terkait dua tersangka lainnya, kami masih menunggu keputusan dari pengadilan. Setelah ada putusan, kami akan melaksanakan eksekusi sesuai prosedur,” tegas Aguslan.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPenjelasan Polisi soal Penetapan Guru SD di Baito Konsel Sebagai Tersangka
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







