Kuskus Tujuan Jakarta Diperiksa Karantina Sultra, Dokumen hingga Kondisi Kesehatan Diverifikasi


Kendari – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara (Karantina Sultra) kembali memperketat pengawasan lalu lintas satwa liar dengan memeriksa pengiriman kuskus yang akan diberangkatkan ke Jakarta melalui kargo Bandara Haluoleo Kendari.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan karantina telah dipenuhi, mulai dari kelengkapan dokumen, kondisi kesehatan satwa, hingga kesesuaian jenis dan jumlah hewan yang akan dikirim. Pengiriman tersebut juga telah dilengkapi dengan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATDN).
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Karantina Sultra, Nichlah Rifqiyah, mengatakan pemeriksaan merupakan bagian dari prosedur standar dalam pengawasan lalu lintas hewan, khususnya satwa liar yang memiliki nilai konservasi dan berpotensi menjadi media pembawa penyakit.
"Pemeriksaan ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam pengawasan lalu lintas hewan. Kami memastikan seluruh persyaratan dipenuhi sehingga pengiriman satwa berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Nichlah.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan verifikasi dokumen dan perizinan pengiriman, pemeriksaan fisik kuskus untuk memastikan kondisi kesehatannya, pengawasan terhadap media pembawa serta sarana pengangkutan, hingga pemberian tindakan karantina sesuai ketentuan.
Menurut Nichlah, langkah itu bertujuan mencegah penyebaran penyakit hewan sekaligus memastikan lalu lintas satwa berlangsung secara aman, legal, dan sesuai regulasi.
Kuskus merupakan salah satu satwa endemik Indonesia bagian timur yang memiliki nilai konservasi tinggi. Karena itu, pengawasan terhadap pengirimannya menjadi perhatian serius pemerintah guna mencegah pelanggaran aturan konservasi maupun penyebaran penyakit yang dapat mengancam kesehatan hewan, manusia, dan keseimbangan ekosistem.
Karantina Sultra juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi prosedur karantina ketika akan mengirim atau melalulintaskan hewan, ikan, maupun tumbuhan antarwilayah.
"Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan melapor kepada karantina, kita turut menjaga keamanan hayati Indonesia," tutup Nichlah.
Melalui pengawasan yang dilakukan secara konsisten, Karantina Sultra menegaskan komitmennya menjaga kelestarian sumber daya alam hayati sekaligus mendukung keamanan hayati Indonesia melalui pengawasan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaMakna di Balik Gelar Adat Sangia Mondono Wite Bhalano yang Dianugerahkan kepada Gubernur Sultra
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







