LIRA Minta Polresta Kendari Terbuka soal Penanganan Kasus Andi Ady Aksar


Kendari - DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Polresta Kendari untuk terbuka dalam penanganan kasus dugaan penggelapan dalam jabatan dengan terlapor Andi Ady Aksar.
Menurut Gubernur LIRA Sultra, Karmin, kasus dengan terlapor Ketua Gerindra Sultra tersebut hingga kini belum ada kejelasan padahal sudah bergulir cukup lama di meja penyidik Polresta Kendari.
"Searusnya pihak Polresta Kendari tidak tebang pilih dalam penanganan kasus. Jika ada indikasi yang berujung ada perbuatan pidana, harusnya disampaikan ke publik secara terbuka agar masyarakat tak bertanya-tanya," kata Karmin, Selasa (16/5).
Seperti diketahui, kasus dugaan penggelapan dana dalam jabatan yang dilaporkan Komisaris PT Kabaena Kromit Pratama (KKP), Arinta Nila Hapsari, dengan terlapor Andi Ady Aksar, beberapa bulan lalu, sudah tahap penyidikan di Polresta Kendari.
Selama proses penyidikan itu juga, informasi dari Polresta bahwa Andi Ady Aksar tak pernah memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa.
Bahkan, menurut Karmin, beberapa waktu lalu pihak Polresta akan mengumumkan status perkara tersebut, namun hingga hari ini tak ada kejelasan.
"Tapi sampai saat ini pihak Polresta Kendari tak kunjung terbuka kepada publik apakah status hukum Andi Ady Aksar. Sehingga, kami dari DPW LIRA Sultra meminta kepada Kapolri dan Kapolda memanggil pihak Polresta Kendari terkait penanganan kasus tersebut," pungkasnya.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp terkait kritikan dari LIRA tak menjelaskan secara detail.
"Saya masih di Jakarta dinda ada kegiatan. InshaAllah Jumat sudah di Kendari," tulis Fitrayadi.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaEks Ketua Hanura dan Kader PAN Nyaleg DPR RI Dapil Sultra Lewat NasDem
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







