LM Bariun Sebut Amplop di Sultra Sudah Hampir Habis Jelang Pilkada


Kendari - Pilkada di Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah memasuki tahap kampanye, sejumlah calon juga sudah mendapat nomor urut. Namun yang menjadi perhatian yakni soal maraknya politik uang.
Pengamat Hukum Tata Negara Sultra, LM Bariun mewanti-wanti soal politik uang dan kerja-kerja Bawaslu, terlebih pilkada kali ini cukup banyak paslon yang ikut pertarungan politik dalam satu daerah.
Kata Bariun, Bawaslu harus dapat bekerja selaras bersama KPU, Gakkumdu serta pemerintah daerah setempat agar tidak saling lempar tanggungjawab nantinya.
Guna terhindar dari politik transaksional kata Bariun, Bawaslu harus sudah bekerja sejak 5 bulan sebelum pemungutan suara di TPS untuk melakukan pencegahan.
"Nah, sekarang bagaimana pencegahan Bawaslu soal dinamikan yang mengarah pada transaksional, jual beli suara," kata Bariun, Selasa (24/9).
Bariun sangat menyayangkan, jika Bawaslu nantinya tidak maksimal melakukan pencegahan, karena dapat merusak tatanan demokrasi.
"Sejauh mana warning Bawaslu kepada pasangan calon kepala daerah atau tim-timnya. Bagaimana juga mencegah ASN dan TNI/Polri," ucapnya.
Jika Bawaslu mampu merangkul atau punya semangat yang sama dari seluruh instansi pemerintah untuk menghindari politik transaksi, hal itu dapat mencapai kesuksesan.
"Tapi kalau jalan masing-masing, Bawaslu jalan sendiri, pemerintah juga jalan sendiri, penegakkan hukum juga saya pikir jalan sendiri, pasti tidak akan tercapai," bebernya.
Bariun yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) itu menyampaikan, potensi politik transaksi di Sultra sangatlah besar, terlebih ada banyak calon kepala daerah yang memperebutkan kursi 01.
"Bahkan yang kita dengar sekarang, sudah hampir habis amplop di Sultra ini," pungkasnya.
Penulis: Memez
Berita BerikutnyaWarga Kecewa dengan Disdukcapil Mubar, Sebut Pelayanan Paling Buruk
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







