Daerah  

Mahasiswa KKN UNS Ajarkan UMKM Wakatobi Transaksi Digital, Pelaku Usaha Sumringah

Mahasiswa KKN UNS bersama pelaku UMKM Desa Patuno dan perwakilan Bank Sultra berfoto bersama usai seminar ''Digitalisasi UMKM dan Pencegahan Kejahatan Online'' pada 29 Januari 2025. Foto: Dok. Istimewa.

Wakatobi – Di era serba digital, bertahan tanpa adaptasi ibarat berjalan mundur di tengah arus yang terus melaju. Menyadari hal itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam tim Gema Wakatobi turun tangan.

Mereka mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Patuno, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, melangkah lebih jauh dengan digitalisasi.

Berkolaborasi dengan Bank Sultra, mereka menggelar edukasi perbankan digital dan keamanan transaksi online, membuka mata masyarakat bahwa teknologi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan yang mendesak.

“Kami ingin memberikan solusi nyata bagi UMKM di Patuno agar mereka lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Digitalisasi ini bukan hanya soal transaksi yang lebih cepat, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas,” tegas Cleo Brilliani, perwakilan mahasiswa KKN UNS, Selasa (25/2).

Tak sekadar wacana, mahasiswa KKN UNS langsung turun tangan. Seminar bertajuk Digitalisasi UMKM dan Pencegahan Kejahatan Online yang digelar pada 29 Januari 2025 menjadi titik awal perubahan.

Mereka tidak hanya berbagi teori, tetapi juga memandu langsung pendaftaran QRIS, menambahkan lokasi usaha di Google Maps, hingga memasang banner promosi. Semua ini berlangsung intens sejak 20 Januari hingga 14 Februari 2025.

Hasilnya? Perubahan terasa nyata. Wa Ode Rusna, pemilik usaha Galon Embun Wakatobi, merasakan sendiri manfaat digitalisasi dalam bisnisnya.

“Dulu kami hanya mengandalkan transaksi tunai, kadang pelanggan kesulitan jika tak membawa uang pas. Sekarang, dengan QRIS, pembayaran jadi lebih praktis. Selain itu, usaha kami jadi lebih mudah ditemukan di Google Maps, sehingga pelanggan bertambah,” kata Wa Ode Rusna dengan wajah sumringah.

Kepala Desa Patuno, La Wiu, juga menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN UNS memberikan manfaat besar bagi warganya dalam memahami pentingnya digitalisasi.

“Bagus, warga desa jadi bisa lebih paham bagaimana pentingnya digitalisasi. Sebagai Kepala Desa, saya selalu memberi dukungan untuk kegiatan yang positif seperti ini,” ujarnya.

Lebih dari sekadar memudahkan transaksi, digitalisasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.


Editor: Denyi Risman

error: Content is protected !!
Exit mobile version