Nilai Tukar Petani Sulawesi Tenggara Alami Penurunan, Ini Sebabnya

Sultranesia
1 Min Baca
Nilai Tukar Petani Sulawesi Tenggara Alami Penurunan, Ini Sebabnya
Ilustrasi. Foto: Dok. Shutterstock.

Kendari - Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada September 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Hal ini diketahui berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, yang dirilis pada 1 Oktober 2025.

Menurut BPS, NTP Sultra tercatat sebesar 106,70 atau turun 2,01 persen dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 108,89.

Penurunan ini dipicu oleh turunnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 2,46 persen, lebih dalam dibanding indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang hanya turun 0,46 persen.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pendapatan petani tidak sebanding dengan pengeluaran yang mereka keluarkan.

Jika dirinci berdasarkan subsektor, NTP tanaman pangan tercatat sebesar 103,55, hortikultura 110,57, perkebunan rakyat 108,05, peternakan 105,91, dan perikanan 107,21.

Angka ini masih tertinggal dari capaian NTP nasional yang mencapai 124,36 atau naik 0,63 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 123,57.

Selain itu, BPS juga mencatat adanya penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Sulawesi Tenggara sebesar 0,61 persen. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski ada perbaikan di beberapa wilayah secara nasional, petani di Sultra masih menghadapi tantangan dalam menjaga daya beli dan kesejahteraan mereka.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaWisuda Ke-IX STIPER Kendari: 42 Sarjana Siap Sambut Tantangan Dunia Kerja
Bagikan:

Baca Juga