Pejabat Pemprov Sultra Tak Capai Target Realisasi Kerja Terancam Dinonaktifkan


Kendari - Dalam apel gabungan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, mewakili Penjabat Gubernur Sultra, Komjen Pol (Purn) Andap Budhi Revianto, menyampaikan pentingnya evaluasi terhadap progres kerja para pejabat di lingkungan Pemprov Sultra.
Dalam amanatnya, Asrun Lio menyampaikan kekhawatiran terkait capaian realisasi kegiatan yang masih dinilai rendah.
“Saat ini sudah masuk pertengahan Oktober. Hari ini ada rapat realisasi progres dari realisasi pekerjaan-pekerjaan di perangkat daerah," kata Asrun, Senin (14/10).
"Oleh karena itu nanti asisten tiga yang akan membuka kegiatan itu, kegiatan di Biro Pembangunan. Untuk dievaluasi apa sebenarnya penyebab dari rendahnya capaian kita,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa waktu untuk menyelesaikan kegiatan semakin terbatas, mengingat batas akhir pencairan adalah 14 Desember. Dengan waktu yang tersisa, hanya satu hingga dua bulan, para pejabat diminta fokus mengejar ketertinggalan.
Asrun Lio menekankan pentingnya mempertanggungjawabkan kinerja sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani di awal tahun.
“Jangan dipikir bahwa realisasi itu tidak ada kaitannya dengan evaluasi kinerja Bapak-Ibu sekalian. Karena awal Bapak-Ibu sudah tanda tangan kontrak kinerja pada awal tahun,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan bahwa pejabat yang tidak mencapai target dapat dikenai tindakan tegas oleh Penjabat Gubernur.
“Bapak Pj Gubernur bisa memberhentikan untuk sementara. Memberhentikan karena progresnya tidak tercapai, maka saudara bisa dinonaktifkan sementara sambil menunggu proses pemberhentian resmi atas usul Kemendagri,” tandasnya.
Asrun Lio berharap agar sisa waktu yang ada dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan capaian realisasi kegiatan, sehingga Pemprov Sultra bisa memenuhi target yang telah ditetapkan.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaOperasi Zebra Anoa 2024 di Wilayah Kolaka Dimulai, Berlangsung 14 Hari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







