Pemkot Kendari Berlakukan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Selama 7 Hari


Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana menyusul banjir besar yang merendam delapan kecamatan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
Keputusan krusial ini diambil dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Senin (11/5/2026).
Status tanggap darurat tersebut akan diberlakukan selama tujuh hari mulai 11 hingga 17 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah banjir meluas ke sejumlah wilayah dan menyebabkan ribuan warga terdampak.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menegaskan bahwa penetapan status ini harus dibarengi dengan aksi nyata di lapangan.
Dirinya menginstruksikan seluruh jajaran agar penanganan banjir tidak lagi berhenti pada tataran rapat atau wacana semata.
"Masyarakat tidak mau tahu ini kewenangan Balai, Provinsi, atau Pusat. Yang mereka butuhkan adalah kehadiran pemerintah saat bencana terjadi. Kondisi Kendari sebagai daerah muara membutuhkan langkah terintegrasi, bukan penanganan parsial," tegas Siska.
Data sementara mencatat dampak banjir kali ini cukup masif, yakni merendam 797 unit rumah dan berdampak pada 3.517 jiwa.
Sektor pertanian pun tak luput dari bencana, dengan sedikitnya 100 hektare sawah siap panen di Kendari kini terancam gagal panen akibat terendam luapan air.
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menjelaskan peningkatan status dari Siaga menjadi Tanggap Darurat dilakukan karena eskalasi bencana yang meluas di 15 titik lokasi dalam empat hari terakhir.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sudirman menambahkan, meskipun banjir masih terjadi, upaya normalisasi sungai yang telah dilakukan sebelumnya di beberapa titik seperti Kali Korumba mulai menunjukkan hasil positif dengan berkurangnya ketinggian genangan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Kendari kini fokus pada pembagian zona penanganan, mulai dari pengaktifan dapur umum, layanan kesehatan keliling, hingga distribusi bantuan sosial bagi warga yang masih berada di pengungsian.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaHujan Lebat-Angin Kencang Diprediksi Masih Landa Sultra hingga 13 Mei
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







