Pj Bupati Kolaka Utara Gratiskan Tes Kesehatan Bagi Calon KPPS Pilkada


Lasusua - Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut), Yusmin, bakal menggratiskan biaya tes kesehatan bagi calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas pada Pilkada Serentak 2024.
Pemeriksaan gratis bagi calon petugas KPPS ini bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara, seperti RSUD maupun Puskesmas.
"Saya sudah instruksikan Sekda dan Kadis Kesehatan agar dianggarakan di APBD Perubahan tahun ini untuk pemeriksaan kesehatan bagi petugas KPPS kita itu kita yang tanggung," kata Pj Bupati Kolut, Yusmin, Kamis (26/9).
Yusmin mengatakan, ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Kolaka Utara dalam upaya menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Bumi Patampanua.
"Kita tahu, teman-teman KPPS ini merupakan ujung tombak pelaksanaan Pilkada, dan kita lihat dari sisi honor juga minim. Makanya, kami bantu gratiskan agar tes kesehatan ini tidak menjadi beban bagi mereka," jelasnya.
Yusmin berharap, petugas KPPS dalam keadaan sehat saat bertugas, dan bisa menyukseskan pelaksaan Pilkada tahun ini.
Terpisah, Ketua KPU Kolaka Utara, Nurgalia, mengucapkan rasa terimakasihnya atas inisiatif Pj Bupati Kolaka Utara yang telah menggratiskan tes kesehatan.
"Kami berterimakasih banyak sekali sama Pak Pj Bupati Kolaka Utara, karena sebelumnya kan tidak pernah ada seperti ini, yang gratis. Dan Alhamdulilah, saya dapat telepon tadi pagi dari Kadis Kesehatan bahwa Pak Pj Bupati akan memfasilitasi pemeriksaan kesehatan KPPS secara gratis," jelasnya.
Nurgalia mengatakan, tes kesehatan ini menjadi syarat pendaftaran menjadi petugas KPPS, dan selama ini tes kesehatan dibayar sendiri oleh peserta atau pendaftar KPPS.
"Tes kesehatan ini untuk memastikan KPPS ini benar-benar sehat dalam menjalankan tugas nantinya, karena mereka merupakan ujung tombak pelaksanaan Pilkada pada 27 November 2024," jelasnya.
Pemeriksaan kesehatan bagi petugas KPPS ini meliputi pemeriksaan Kolestrol, Asam Urat, dan Gula Darah, bisa dilakukan di rumah sakit atau puskesmas-puskesmas.
Nurgalia menyampaikan bahwa pendaftaran petugas KPPS sudah dibuka sejak 17 sampai dengan 28 September 2024. Untuk Pilkada tahun ini, membutuhkan sekitar 1.834 KPPS.
Laporan: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaPj Gubernur-DPRD Sultra Sepakati APBD-P 2024, Agenda 2025 Mulai Dibahas
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







