Daerah  

Poros Konut-Morowali Masih Terendam Banjir, Pengendara Terpaksa Pakai Rakit

Kondisi jalur poros Konawe Utara - Morowali masih terendam banjir. Foto: Dok. Istimewa.

Konawe Utara – Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Konawe Utara (Konut) dan Morowali masih terendam banjir.

Ada dua jalan yang terendam banjir. Pertama di Desa Polara, Kecamatan Langgikima dan Desa Sambandete Kecamatan Oheo.

Untuk banjir di Desa Polara Indah sudah surut, dan bisa dilalui kendaraan dengan lancar.

Kondisi banjir poros Konut-Morowali di Desa Sambandete. Foto: Dok. Istimewa.

Namun, untuk jalur yang ada di Desa Sambandete, hingga Minggu, 5 Mei 2024 masih terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter.

Dari gambar yang diterima redaksi Sultranesia, terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang, baik dari arah Konut menuju Morowali maupun sebaliknya.

Para pengendara baik roda dua masih bisa melintas, namun harus menyewa rakit atau pincara yang dibuat oleh masyarakat setempat.

Kondisi banjir poros Konut-Morowali di Desa Sambandete. Foto: Dok. Istimewa.

Untuk kendaraan roda dua, masyarakat memasang tarif Rp 50 ribu sekali melintas, sedangkan untuk roda empat sejenis mini bus dikenakan tarif Rp 500 ribu sekali melintas.

Sementara itu untuk kendaraan roda 10 sejenis truk dan kontainer dilaporkan memaksa melintasi jalur tersebut.

Waka Polres Konawe Utara Kompol Ulva Lomansyah yang meninjau lokasi di banjir di Desa Sambandete mengatakan pihaknya terus memantau kondisi jalan dengan menyiagakan personel untuk membantu pengendara maupun mengatur arus lalu lintas.

“Personel kami tempatkan di lokasi untuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas,” pungkasnya.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!
Exit mobile version