Pria Kendari yang Matanya Kena Busur Belum Dapat Perawatan Medis Intensif


Kendari - Seorang pria berinisial MD (22) menjadi korban serangan busur panah di bagian matanya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Dr Soetomo, Kota Kendari, pada Minggu (17/11) malam.
Hingga saat ini, MD belum mendapatkan perawatan medis yang memadai meskipun kondisinya semakin memburuk. Keluarga korban mendesak rumah sakit segera memberikan penanganan darurat.
Menurut ayah korban, La Ode Halangi, setelah insiden tersebut MD sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Kendari. Namun, karena keterbatasan fasilitas, ia dirujuk ke RS Bahteramas dan RSUD Kota Kendari.
Sayangnya, kedua rumah sakit tersebut tidak memiliki dokter spesialis saraf yang dibutuhkan untuk menangani luka serius di mata kanan MD.
"Dokter spesialis saraf di Kendari hanya dua orang, dan kabarnya keduanya di luar kota. Kami benar-benar berharap anak saya bisa segera dioperasi untuk mengangkat busur di matanya. Ini situasi darurat," ungkap La Ode Halangi, Senin (18/11).
Kondisi MD semakin kritis. Luka di mata kanannya membengkak, sementara tubuhnya mengalami demam. Keluarga korban merasa putus asa dan bingung mencari bantuan medis.
“Dia sudah demam sekarang, dan matanya yang kena busur makin bengkak. Kami tidak tahu harus mengadu ke mana lagi,” ujar La Ode Halangi dengan nada putus asa.
Saat ini, MD dirawat di ruang Melati RSUD Kota Kendari, ditemani beberapa anggota keluarganya yang setia menjaga.
Ketika dimintai tanggapan, Direktur RSUD Kota Kendari, dr Sukirman, memberikan pernyataan singkat.
“Saya dapat info kalau pasien dirawat di Bahteramas,” ujarnya.
Wartawan media ini kemudian memberi informasi bahwa MD dirawat di RSUD Kota Kendari, ruang Melati. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapat balasan.
Di sisi lain, aparat kepolisian masih menyelidiki kasus penyerangan ini untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.
Masyarakat berharap pihak berwenang bertindak tegas untuk memastikan insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPakta Integritas Tandai Dimulainya Seleksi Bakomsus Polda Sultra
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







