Protes Sengketa Tanah, 56 Warga Perumahan Bumi Arum Kendari Mogok Bayar Cicilan


Kendari - Sebanyak 56 warga Perumahan Bumi Arum Kendari di Jalan Leolopis, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, mogok membayar cicilan perumahan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap sengketa tanah antara pihak developer dan ahli waris yang tak kunjung diselesaikan.
Salah satu warga yang terdampak, Yusuf, mengaku sudah empat bulan berhenti membayar cicilan. Ia bersama warga lainnya menuntut kejelasan atas legalitas rumah yang mereka tempati sejak tahun 2018.
"Saya berhenti bayar cicilan karena kami menuntut legalitas rumah yang sudah kami beli. Harapan kami, developer dan pihak bank (BSI) segera menyelesaikan sengketa tanah ini, karena itu tanggung jawab mereka," ujarnya, Minggu (14/9).
Yusuf menegaskan bahwa dirinya akan kembali membayar cicilan setelah masalah sengketa tanah terselesaikan.
Sengketa tanah antara developer Kadek Sakra Astara dan ahli waris Sudarmanto ini sempat dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Kota Kendari. Namun, hingga kini belum ada kejelasan lebih lanjut.
Selain mogok bayar cicilan, warga juga telah melakukan aksi unjuk rasa di kantor BSI dan kediaman developer, dengan tujuan mendesak penyelesaian sengketa tersebut.
"Kami sudah merasa tidak nyaman tinggal di perumahan ini. Warga yang terdampak tidak akan membayar cicilan sampai masalah ini benar-benar selesai," tutup Yusuf.
Sementara itu, Ancu warga perumahan Bumi Arum lainnya dirinya mengaku sejak tahun 2017 melakukan credit perumahan menuntut pihak develpor dan pihak BSI untuk segera menyelesaikan sengketa tanah tersebut.
"Kami sebagai warga terdampak harus diberikan kepastian hukum terkait sengketa tanah antara developer dan ahli waris. Pada dasarnya persoalan ini harus segera diselesaikan," tandasnya.
Editor: Andri
Berita BerikutnyaASR Serap Aspirasi Masyarakat Desa di Kolaka Utara
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







