Proyek Belum Dibayar, Kontraktor Geruduk Kantor Wali Kota Kendari


Kendari - Sejumlah kontraktor yang tergabung dalam Pilar Keadilan Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota Kendari pada Senin (22/4).
Dalam aksi demonstrasi itu mereka meminta Pj Wali Kota, Muhammad Yusup segera melunasi hutang kepada pihak ketiga atau kontraktor yang telah menyelesaikan proyek pekerjaan di Tahun 2023 lalu.
Penanggung jawab demonstrasi, Lecis mengatakan sikap Pj Wali Kota Kendari berdampak pada kesejahteraan sejumlah pengusaha (kontraktor).
"Kedatangan kami adalah untuk mempertanyakan, kenapa sampai saat ini Pj Wali Kota Kendari belum membayar utang kepada kontraktor. Sementara saat ini sudah masuk triwulan kedua, kok belum ada juga pembayaran, padahal sudah ada Surat Perintah Membayar, berarti kan sudah ada anggarannya," bebernya.
Kata Leci, ada kesan tebang pilih dalam pembayaran utang ini, pasalnya sudah ada beberapa yang kontraktor yang dibayar dengan dalih memenuhi mekanisme dan lainnya.
"Beberapa kontraktor itu sudah di bayarkan pekerjaannya. Alasanya karna sudah memenuhi mekanisme, tapi banyak juga yang belum dibayar," ungkapnya.
Untuk itu sambung dia, pihaknya mendesak Pj Wali Kota mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak ada niat untuk menuntaskan hutang kepada pihak ketiga, sehingga berdampak kesejahteraan hidup masyarakat.
"Serta tidak melaksanakan proyek kegiatan baru yang bersumber dari APBD Tahun 2204 sebelum hutang APBD Tahun 2023 dilunasi," ungkapnya.
Sementara itu, massa aksi yang hanya ditemui oleh Asisten II Pemkot Kendari, Jahuddin tidak bisa memberikan kepastian terkait tuntutan massa aksi.
Namun kata Jahuddin, apa yang menjadi aspirasi hari ini, pihaknya mengaku akan menyampaikan kepada Pj Wali Kota Kendari.
"Saya sudah memegang poinnya, selanjutnya akan saya sampaikan kepada pimpinan dalam hal ini Pj Wali Kota Kendari," tutupnya.
Dianggap tidak bisa memberikan kepastian, massa aksi selanjutnya menuju DPRD Kota Kendari.
Untuk diketahui, sejumlah pekerjaan yang belum dibayarkan dan menjadi tuntutan massa aksi, diantaranya penataan halaman Kali Kadia, Jalan Buburanda Kelurahan Korumba dengan anggaran sekitar Rp 745 juta, serta rehab Kantor Kejaksaan.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaGemoynya Kendari Ambil Formulir Bakal Calon Wali Kota di Partai NasDem
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







