Sediment Pond PT MSSP Jebol, Banjir Lumpur Terjang Sekolah-Rumah di Konut

SDN 4 Lasolo Kepulauan diterjang banjir lumpur. Selain itu banjir juga menerjang pemukiman warga di Desa Boenaga pada Rabu (6/7). Foto: Dok. Istimewa.

Banjir lumpur menerjang SDN 4 Lasolo Kepulauan dan sejumlah rumah warga di Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut) pada Rabu (6/7).

Berdasarkan video dan foto yang diterima Sultranesia.com, banjir lumpur itu masuk ke dalam sekolah hingga ke rumah-rumah warga. Endapan matrial lumpur dan batu-batuan juga nampak menutup jalan.

Lembaga yang fokus terhadap isu lingkungan di Konawe Utara, Explore Anoa Oheo menuding bahwa banjir lumpur itu disebabkan oleh aktivitas penambangan PT Manunggal Sarana Surya Pratama (PT MSSP).

“Banjir lumpur yang menerjang fasilitas sekolah dan rumah warga di Desa Boenaga itu akibat aktivitas penambangan nikel PT Manunggal Sarana Surya Pratama,” kata Direktur Explore Anoa Oheo, Ashari, dalam keterangannya, Rabu (6/7).

Ashari meminta pihak terkait agar segera membentuk tim terpadu untuk mengkaji dokumen izin serta lokasi penambangan PT MSSP. Jika terbukti melanggar, dia meminta agar perusahaan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Persoalan ini sangat merugikan dunia pendidikan dan masyarakat, pemerintah tidak boleh tinggal diam, dan harus segera bertindak dengan mengkaji kembali izin kegiatan PT MSSP. Sebab perusahaan itu bukannya membawa kesejahteraan, tapi malah menimbulkan bencana,” kesal Ashari.

Ashari mengungkapkan bahwa banjir lumpur yang menerjang sekolah dan rumah warga itu akibat penampungan limbah atau OB milik PT MSSP jebol.

“Tiap tahun musim hujan di sana banjir bandang, dan kali ini terparah. Posisi di gunung dan secara letak geografis terbentuk tempat mengalirnya air turun. Pihak PT MSSP anggap enteng dan menutup aliran air tersebut yang notabene tempat mengalirnya air ke laut,” bebernya.

Untuk itu, Ashari meminta agar pihak terkait segera melakukan langkah untuk memproses bencana yang diduga diakibatkan aktivitas pertambangan yang amburadul.

Direktur PT MSSP, Ardiansyah mengatakan bahwa banjir lumpur yang menerjang rumah warga dan sekolah itu akibat sediment pond yang dibuat pihak perusahaan jebol.

“Kalau secara mendetail belum bisa saya infokan, karena saya belum dapat data yang valid. Tapi kalau secara garis besarnya, saya bisa jelaskan bahwa sediment pont kami jebol akibat intensitas hujan yang tinggi,” kata Ardiansyah saat dihubungi Sultranesia.com.

“Sekarang data yang saya dapat dari lokasi bahwa empat rumah warga yang terkena dampak dari jebolnya sediment pont, (termasuk sekolah) karena di samping SD itu ada aliran sungai. Jadi bukan penampungan OB, tapi sediment pond jebol,” sambung Ardiansyah.

Ardiansyah bilang, pihak perusahaan langsung mengerahkan karyawannya untuk membantu warga yang rumahnya terdampak.

“Sekarang semua anggota dikerahkan untuk membantu warga yang terkena dampak, termaksuk mendata warga dan sekolah yang terkena dampak agar bisa secepatnya kami turunkan bantuan,” pungkasnya.


Editor: Wiwid Abid Abadi

error: Content is protected !!
Exit mobile version