Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Busel Masuki Tahapan Assessment Center

Sultranesia
3 Min Baca
Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Busel Masuki Tahapan Assessment Center
Pelaksanaan Assessment Center Seleksi Terbuka JPT Pratama di Lingkungan Pemkab Busel Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Assessment Center Polda Sulawesi Tenggara resmi dibuka, Rabu (24/6/2026). Foto: Dok. Pemkab Buton Selatan.

Kendari - Pelaksanaan Assessment Center Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Assessment Center Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dibuka, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan assessment tersebut akan berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 Juni 2026, sebagai bagian dari tahapan seleksi terbuka pengisian sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Busel.

Pelaksanaan assessment center ini merupakan tindak lanjut dari proses seleksi terbuka yang telah dilaksanakan Pemkab Busel untuk menjaring pejabat yang memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan terbaik.

Seleksi terbuka ini digelar untuk mengisi 10 jabatan pimpinan tinggi pratama yang saat ini masih mengalami kekosongan.

Jabatan tersebut meliputi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Kemudian Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Bupati Busel, Muhammad Adios menegaskan bahwa seleksi terbuka JPT Pratama bukan sekadar proses pengisian jabatan, melainkan langkah strategis untuk menghadirkan pemimpin birokrasi yang mampu membawa perubahan, mendorong inovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut hadirnya pejabat yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga visi yang kuat, kepemimpinan yang adaptif, integritas tinggi, serta kemampuan berkolaborasi dalam mewujudkan pembangunan daerah.

“Seleksi terbuka ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi upaya menghadirkan kepemimpinan birokrasi yang mampu membawa perubahan, mendorong inovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” ujar Adios.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan asesmen dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Hasil asesmen nantinya tidak hanya menjadi dasar dalam proses pengisian jabatan, tetapi juga menjadi bahan pemetaan dan pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Pemkab Busel.

Adios juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan sistem merit sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, setiap pengisian jabatan harus didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan integritas.

“Kami berkomitmen penuh menerapkan sistem merit dalam manajemen ASN. Setiap pengisian jabatan harus dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan integritas, bukan atas pertimbangan lain di luar ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, dalam sambutan Kapolda Sultra yang dibacakan Karo SDM Polda Sultra menegaskan bahwa Assessment Center merupakan instrumen yang objektif dan terukur untuk menilai kompetensi manajerial, sosial kultural, serta potensi kepemimpinan para peserta seleksi.

“Assessment Center bukan sekadar proses seleksi, tetapi merupakan upaya untuk memastikan bahwa jabatan strategis diisi oleh figur-figur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan organisasi serta kebutuhan masyarakat,” ujar Karo SDM Polda Sultra.

Sebanyak 54 peserta mengikuti tahapan assessment yang meliputi berbagai metode pengukuran kompetensi, antara lain In-Tray Exercise, Leaderless Group Discussion (LGD), Behavior Event Interview (BEI), dan Psikometri, yang dilaksanakan oleh asesor bersertifikat dari SSDM Polri.

Tahapan assessment tersebut merupakan bagian dari proses seleksi terbuka pengisian jabatan strategis.

Melalui pelaksanaan Assessment Center ini, diharapkan akan terpilih pejabat pimpinan tinggi pratama yang mampu membawa perubahan positif, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan publik di Busel.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaGubernur Tinjau Kondisi Jemaah Haji Sultra Jelang Kepulangan
Bagikan:

Baca Juga