Tuna, Gurita hingga Rajungan Sultra Mendunia, Ekspor Tembus Rp171 Miliar

Sultranesia
2 Min Baca
Tuna, Gurita hingga Rajungan Sultra Mendunia, Ekspor Tembus Rp171 Miliar
Ilustrasi ekspor produk perikanan. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Produk perikanan Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin menembus pasar internasional. Hingga pertengahan 2026, ekspor hasil perikanan dari daerah ini mencapai 738 ton dengan nilai Rp171 miliar.

Komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi telah dikirim ke berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat hingga Jepang.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan kinerja ekspor tersebut turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian Sultra.

“Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar pada tahun 2025,” kata Ishartini dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Sejumlah komoditas unggulan perikanan Sultra telah memasuki pasar berbagai negara. Di antaranya tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan.

Produk-produk tersebut dipasarkan ke Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada, hingga Republik Dominika.

Untuk memastikan produk memenuhi persyaratan negara tujuan, KKP memberikan pendampingan terhadap 17 jenis komoditas perikanan asal Sultra.

Pendampingan dilakukan mulai dari proses produksi hingga pengolahan melalui penerapan standar mutu, seperti Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Penanganan Ikan yang Baik di Atas Kapal (CPIB Kapal), Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

Menurut Ishartini, layanan sertifikasi jaminan mutu yang dilakukan secara cepat dan berbasis daring turut mempermudah produk perikanan Sultra memenuhi standar pasar internasional.

Aktivitas ekspor tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi dari perdagangan produk perikanan, tetapi juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah.

Kepala Balai Mutu Kendari, Muhammad Zamrud, mengatakan saat ini terdapat 15 Unit Pengolahan Ikan (UPI) ekspor yang beroperasi di Sultra.

Keberadaan UPI tersebut menyerap 1.249 tenaga kerja, terdiri dari 468 pekerja laki-laki dan 781 pekerja perempuan.

KKP terus mendorong pemenuhan standar mutu produk perikanan dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya saing komoditas Sultra sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pasar internasional.

Dengan komoditas seperti tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan yang telah menembus berbagai negara, sektor perikanan menjadi salah satu potensi ekonomi Sultra yang tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga mampu menghasilkan nilai dari pasar global.


Editor: Andise SL

Berita BerikutnyaSultra Peringkat 7, Masuk Daftar Provinsi dengan Warga Paling Taat Amalkan Agama
Bagikan:

Baca Juga