Kendari – Universitas Halu Oleo (UHO) mulai mengembangkan konsep RT Presisi melalui pemetaan partisipatif berbasis teknologi digital di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Program tersebut dijalankan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Internal Universitas Halu Oleo (PKMI-UHO) dengan memadukan pemetaan batas wilayah RT dan RW serta sistem informasi berbasis WebGIS.
Pimpinan tim PKMI-UHO, Irfan Ido, mengatakan teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu pemerintah memperoleh data kewilayahan yang lebih akurat dan terintegrasi.
“Lokasi awal kami lakukan di RT 006/RW 003 Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari,” ujar Irfan Ido, Sabtu (3/10/2026).
Uji coba pemetaan dilaksanakan sejak 29 Agustus hingga 12 September 2026. Lokasi tersebut dipilih sebagai sampel karena memiliki tingkat heterogenitas masyarakat yang cukup tinggi.
Sistem tersebut tidak hanya memetakan batas RT dan RW, tetapi juga dapat memuat nomor rumah serta nama kepala keluarga. Data itu nantinya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pemerintah.
“Tujuan program ini memudahkan banyak pihak, termasuk dalam pemberian bantuan dan data statistik lainnya,” katanya.
Menurut Irfan, WebGIS memungkinkan data kewilayahan ditampilkan berdasarkan lokasi sehingga pemerintah dapat melihat kondisi wilayah secara lebih mudah.
“Nantinya, ketika pemetaan batas RT dan RW selesai, data lainnya bisa dimasukkan dalam website,” jelasnya.
Data yang dikembangkan dapat mencakup informasi bantuan sosial, kondisi infrastruktur, stunting, kehamilan, tenaga kerja, hingga data demografi.
Irfan mengatakan konsep tersebut dibangun dari tingkat wilayah paling bawah untuk melengkapi data statistik pemerintah.
“Selama ini perhitungan data statistik dimulai dari atas atau up to down. Sekarang kami melengkapi data kota dari tingkat paling bawah,” ujarnya.
Setelah batas spasial antar-RT dipastikan, tim akan menggelar focus group discussion (FGD) untuk memantapkan batas wilayah sebelum memasukkan data pendukung pada masing-masing RT.
Jika diterapkan lebih luas, sistem tersebut memungkinkan pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara memiliki basis data kewilayahan hingga tingkat RT.
“Bisa jadi yang pertama di Sulawesi Tenggara. Ke depan akan melahirkan RT Presisi,” ujarnya.
Program PKMI-UHO tersebut mendapat dukungan Pascasarjana UHO dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHO. Kegiatan melibatkan sejumlah akademisi serta mahasiswa Program Magister Perencanaan Pengembangan Wilayah dan S1 Geografi.
Dalam pemetaan, tim menggunakan Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis untuk mengintegrasikan data lokasi dan informasi atribut dalam satu sistem digital.
“Intinya, sistem pemetaan berbasis web dan GIS ini memudahkan pemerintah mewujudkan program pembangunan agar lebih akurat, sistematis dan cepat,” pungkas Irfan.
Editor: Denyi Risman








