Wali Kota Kendari Lantik 161 Pejabat Baru

Sultranesia
1 Min Baca
Wali Kota Kendari Lantik 161 Pejabat Baru
Sebanyak 161 pejabat baru resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan oleh Wali Kota Kendari, dr Siska Karina Imran, dalam prosesi di Aula Teporombu, Balai Kota Kendari, Jumat (26/9). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Pemerintah Kota Kendari kembali melakukan perombakan birokrasi sebagai bagian dari komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

Sebanyak 161 pejabat baru resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan oleh Wali Kota Kendari, dr Siska Karina Imran, dalam prosesi di Aula Teporombu, Balai Kota Kendari, Jumat (26/9).

Pejabat yang dilantik berasal dari berbagai jenjang, mulai dari pejabat administrator, camat, pejabat fungsional, pejabat pengawas, hingga kepala puskesmas.

Dalam sambutannya, Wali Kota Siska menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar kedudukan atau penghargaan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan pelantikan 161 pejabat. Ini bukan sekadar posisi, tetapi bentuk kepercayaan. Tugas ini adalah amanah, bukan hanya dari pemimpin, tetapi juga dari masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan seluruh pejabat agar selalu berhati-hati dalam bekerja dan menjunjung tinggi aturan yang berlaku. Integritas, menurutnya, adalah kunci utama dalam menjalankan tugas, apalagi birokrasi berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Jangan pernah menyalahgunakan wewenang. Kalau ada rekan kerja yang mulai salah arah, ingatkan dia. Mungkin dia hanya terlupa. Kita semua punya tanggung jawab moral, tidak hanya hari ini tapi juga untuk masa depan,” tegasnya.

Khusus kepada para kepala puskesmas, Wali Kota memberikan perhatian lebih. Ia menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang proaktif, tidak hanya menunggu masyarakat datang dalam kondisi sakit.

Program nasional seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), katanya, harus dijalankan secara masif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari lurah, RT, hingga RW.

“Jangan tunggu warga sakit baru datang ke puskesmas. Bentuk tim, turun langsung ke masyarakat, dan pastikan pelayanan kesehatan ini benar-benar dirasakan warga,” tandasnya.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaPemkab Konawe Serahkan 10 Hektare Lahan, Rutan Unaaha Siap Garap untuk Ketahanan Pangan
Bagikan:

Baca Juga