Warga di Bombana Tuntut PT TDJ Ganti Rugi Lahan yang Longsor Akibat Penambangan


Kendari - Wawan Zulkarnain (40), warga Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana hingga kini belum mendapat ganti rugi lahannya yang longsor akibat aktivitas penambangan.
Diketahui, lokasi longsor berbatasan langsung dengan lokasi IUP PT Tekonindo yang sedang ditambang oleh PT Tri Daya Jaya (TDJ).
Wawan sudah seringkali menanyakan perihal ganti rugi lahannya kepada perwakilan pihak perusahaan namun belum mendapatkan kepastian.
"Belum, sampai saat ini belum ada (ganti rugi dari pihak perusahaan. Terakhir, kemarin saya hubungi (via WhatsApp)," terang Wawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (22/1).
Menurut Wawan, pihak perusahaan tidak ingin memberikan ganti rugi, melainkan mereka ingin membeli lahannya yang longsor tersebut.
Wawan bersikeras tidak ingin menjual lahannya tersebut. Pasalnya, dilahannya yang longsor tersebut terdapat tanaman jati.
"Selalu dia (pihak perusahaan) maunya beli yang longsor itu. Tapi sayakan tidak mau jual. (Inginnya) bayar denda (ganti rugi) saja, bukan saya mau jual," ungkap Wawan.
"Kerugian saya sekitar Rp300 juta. Dilahan saya yang longsor itu ada tanaman jati, yang tumbang karena longsor," tambahnya.
Wawan membeberkan, sebelum ada aktivitas PT TDJ di IUP PT Tekonindo, wilayah tersebut tidak pernah terjadi longsor.
Nanti, setelah ada aktivitas penambangan barulah terjadi longsor di lahannya tersebut.
Diperkirakan, awalnya lahan Wawan yang longsor sekitar 30 meter x 30 meter. Namun, luas tersebut bisa bertambah karena hujan masih mengguyur wilayah tersebut dan Wawan tidak mengecek lagi lahannya itu.
"Jadi perusahaan melakukan penggalian di area itu, dalamnnya ada sekitar 30 meter. Dan lahan saya diatas sehingga galian itu mengakibatkan longsor, sejumlah jati di lahan saya itu tumbang," ungkapnya.
Wawan berharap kepada pihak perusahaan untuk segara ganti rugi lahan dan tanaman jatinya akibat longsor tersebut.
Selain itu juga, Wawan meminta pihak perusahaan mengambil langkah antisipasi agar di wilayah tersebut tidak terjadi lagi longsor akibat aktivitas perusahaan itu.
"Harapan saya itu cepat diganti rugi. Kemudian dari pihak perusahaan melakukan langkah antisipasi sehingga tidak terjadi longsor meluas," tegasnya.
Sementara itu, pihak perusahaan PT Tri Daya Jaya (TDJ) belum dapat dikonfirmasi.
Wartawan media ini, mencoba menghubungi bagian Direktur Nur Baco dan Hubungan Masyarakat (Humas) via telepon dan pesan WhatsApp belum ditanggapi. Rilis.
Editor: Denis Risman
Berita BerikutnyaInspektur Tambang Temukan Limbah PT TBS Cemari Lingkungan Watalara
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







