150 Casis Bintara Polri Dites Ketat, Polda Sultra Jamin Proses Transparan


Kendari - Polda Sultra kembali membuktikan bahwa seleksi Bintara Polri bukan ajang coba-coba. Sejak hari pertama Rikkes tahap I, sebanyak 150 calon siswa (casis) digiring ke medan uji yang tak bisa ditawar. Tidak ada ruang untuk “jalan pintas”, apalagi permainan belakang layar. Semua harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, dengan satu prinsip utama: transparan, objektif, dan tanpa kompromi.
Seperti gerbang besi yang hanya terbuka bagi mereka yang benar-benar layak, sistem seleksi kali ini diperketat dengan teknologi coding barcode. Inovasi ini memastikan bahwa identitas peserta terselubung di balik deretan angka dan garis, menutup celah bagi intervensi pihak luar. Dengan sistem ini, panitia hanya melihat barcode tanpa mengetahui siapa yang ada di baliknya. Tak ada nama, tak ada “titipan”, hanya hasil yang berbicara.
“Kami memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan dengan transparansi yang tinggi. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mencetak calon perwira Polri yang berkualitas dan siap mengemban tugas di masa depan,” tegas Karo SDM Polda Sultra, Kombes Pol Arief Fitrianto.
Di Aula Dhalas Polda Sultra, para casis menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Tinggi dan berat badan ditakar, tekanan darah diperiksa, telinga, hidung, dan tenggorokan diamati dengan saksama. Tak luput, kesehatan gigi dan mulut serta tes buta warna menjadi gerbang pertama yang harus dilalui. Satu saja dari aspek ini tidak memenuhi standar, maka impian untuk mengenakan seragam kebanggaan harus tertunda.
Proses seleksi ini juga diawasi dengan ketat. Tidak hanya oleh internal seperti Bidpropam dan Itwasda, tetapi juga oleh pihak eksternal, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan media. Semua mata tertuju, memastikan tidak ada celah untuk permainan kotor.
Pelaksanaan Rikkes tahap I dijadwalkan berlangsung dari 19 Maret hingga 27 Maret 2025, sebelum jeda Lebaran, lalu dilanjutkan kembali pada 9 hingga 11 April 2025. Setiap hari, 150 peserta diuji, satu per satu harus membuktikan bahwa mereka layak melangkah ke tahap berikutnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaBayi yang Sempat Dibuang di Buton Tengah Kini Dirawat oleh Kakek dan Neneknya
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







