Agar Tepat Sasaran, Jaelani Minta Data Penerima Bantuan Pangan di Sultra Dibenahi


Kendari - Anggota Komisi IV DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra), Jaelani, mendorong pemerintah memperkuat validasi data penerima bantuan pangan di Sulawesi Tenggara.
Langkah ini dinilai krusial agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan Jaelani saat menghadiri penyerahan Bantuan Pangan Alokasi Juli-September 2026 di Kota Kendari, Kamis (10/9/2026).
Jaelani menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan saat ini merupakan alokasi periode Juli hingga September 2026. Ia berharap alokasi serupa dapat kembali digulirkan pada akhir tahun.
“Ini adalah program pemerintah yang teralokasi untuk bulan Juli sampai September. Mudah-mudahan untuk alokasi selanjutnya di Oktober, November dan Desember bisa teralokasi kembali,” ujar Jaelani.
Meski demikian, politisi asal Sultra ini menyoroti persoalan pendataan penerima yang masih belum optimal. Merujuk data Dinas Sosial, khusus di Kota Kendari, terdapat sekitar 32.000 warga yang terindikasi layak menerima bantuan, namun baru sekitar 27.000 orang yang terdaftar resmi.
“Ada beberapa problem yang ditanyakan oleh warga terkait pendataan. Saya akan menyuarakan ini agar pendataan di Sultra, termasuk di Kota Kendari bisa disempurnakan,” terangnya.
Menurut Jaelani, pembenahan basis data merupakan kunci utama agar program pemerintah tidak sekadar tersalurkan, melainkan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Ia berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan data tersebut.
“Mudah-mudahan dengan pendampingan kita ke depan, alokasi bantuan pangan ini bisa berbasis data yang akurat (by data), tepat sasaran, dan tentu bermanfaat,” tambahnya.
Bantuan Pangan Sebagai Stimulus Kesejahteraan
Lebih lanjut, Jaelani menegaskan bahwa bantuan pangan adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar bantuan sosial tidak dijadikan satu-satunya tumpuan untuk meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.
“Bantuan pangan ini adalah bentuk kehadiran negara. Tetapi sebetulnya ini adalah stimulus, bukan satu-satunya orientasi kesejahteraan. Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini menstimulasi program lain agar ekonomi masyarakat bisa bergerak,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mendorong agar program bantuan sosial dibarengi dengan langkah pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, seperti penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor produktif lainnya.
“Misalnya lewat penguatan UMKM maupun penguatan sektor-sektor produktif lain dalam aktivitas masyarakat,” pungkas Jaelani.
Melalui upaya terintegrasi ini, penyaluran bantuan pangan diharapkan tidak hanya menyelesaikan pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga di Sulawesi Tenggara.
Editor: Andise SL
Berita BerikutnyaKejati Mulai Teliti Lippo Plaza Kendari yang Disebut Tak Beri Kontribusi ke Daerah
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







