Kendari – Nasib memprihatinkan dialami 16 mahasiswa asal Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, yang tengah menuntut ilmu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Lanny Jaya (IM-LJ) itu terpaksa terusir dari rumah kontrakan mereka sejak Senin (3/8), setelah masa sewa hunian tersebut berakhir dan belum diperpanjang.
Tak lagi memiliki tempat tinggal, para mahasiswa terpaksa mengangkut seluruh barang milik mereka. Untuk sementara, mereka menumpang di kontrakan rekan-rekan mereka yang tergabung dalam Perkumpulan Mahasiswa Tolikara (PMT).
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Tokoh Pemuda Lanny Jaya, Roni Yoman. Ia menyayangkan situasi yang dialami para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di perantauan tersebut.
Menurut Roni, para mahasiswa merupakan generasi penerus Kabupaten Lanny Jaya sehingga pemerintah daerah dinilai harus segera hadir dan memberikan solusi agar persoalan tempat tinggal tidak mengganggu proses pendidikan mereka.
“Mahasiswa ini adalah generasi penerus Kabupaten Lanny Jaya. Pemerintah daerah harus segera hadir memberikan solusi atas persoalan tempat tinggal yang mereka hadapi agar proses pendidikan mereka tidak terganggu,” kata Roni saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8).
Roni mengungkapkan, pengurus organisasi mahasiswa sebenarnya telah melayangkan permohonan bantuan perpanjangan sewa kepada Pemkab Lanny Jaya jauh sebelum masa kontrak berakhir.
Namun, hingga masa sewa habis dan pemilik rumah mengambil tindakan dengan mengosongkan hunian, belum ada respons maupun kepastian bantuan dari pemerintah daerah.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih minimnya perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa Lanny Jaya yang sedang menempuh studi di luar daerah.
Roni menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan para mahasiswa dapat menjalani pendidikan dengan tenang tanpa harus dibebani persoalan tempat tinggal.
“Jangan sampai mahasiswa yang sedang berjuang menempuh pendidikan justru kehilangan tempat tinggal. Kami sangat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, baik melalui bantuan biaya kontrakan maupun penyediaan tempat tinggal sementara,” tegasnya.
Kini, 16 mahasiswa tersebut masih menumpang di tempat tinggal rekan-rekan mereka. Mereka berharap Pemkab Lanny Jaya segera turun tangan memberikan bantuan agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan fokus melanjutkan perkuliahan.
Para mahasiswa pun menanti kepastian dari pemerintah daerah, sebab persoalan tempat tinggal menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diselesaikan agar aktivitas pendidikan mereka tidak ikut terhambat.
Editor: Redaksi








