Baubau-Busel Bahas Subsidi Penerbangan, Bandara Betoambari Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Sultranesia
2 Min Baca
Baubau-Busel Bahas Subsidi Penerbangan, Bandara Betoambari Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Pertemuan jajaran Pemkab Buton Selatan dengan Pemkot Baubau yang berlangsung di Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Pemkot Baubau.

Baubau – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) membahas penguatan konektivitas transportasi udara di wilayah Kepulauan Buton, termasuk rencana subsidi penerbangan serta pengembangan Bandara Betoambari.

Pembahasan tersebut berlangsung di Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Kamis (20/8/2026), dalam pertemuan yang mempertemukan jajaran Pemkab Buton Selatan dengan Pemkot Baubau.

Pertemuan dihadiri Bupati Buton Selatan bersama Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala BPKAD dan Kepala Bagian Hukum. Sementara dari Pemkot Baubau hadir Wali Kota Baubau Yusran Fahim, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dahrul Dahlan, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Baubau serta Kepala Bandara Betoambari.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Baubau, Dahrul Dahlan, mengatakan salah satu pembahasan utama adalah rencana kerja sama bantuan keuangan antardaerah untuk mendukung subsidi penerbangan Super Air Jet.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan rute penerbangan sekaligus meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat di Kepulauan Buton.

“Keberadaan penerbangan yang terhubung dengan daerah lain memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas pemerintahan, perekonomian, investasi, pariwisata, maupun pelayanan publik,” ujar Dahrul.

Ia menjelaskan, konektivitas udara tidak hanya berkaitan dengan perjalanan penumpang, tetapi juga berpengaruh terhadap pergerakan barang, kunjungan wisatawan dan aktivitas bisnis di kawasan.

Selain subsidi penerbangan, Pemkot Baubau dan Pemkab Buton Selatan juga sepakat memperjuangkan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan untuk pengembangan Bandara Betoambari.

Dukungan tersebut diharapkan mencakup peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana bandara, serta infrastruktur transportasi pendukung lainnya di wilayah Kepulauan Buton.

Bandara Betoambari dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk dan keluar kawasan Kepulauan Buton. Karena itu, peningkatan kapasitas serta kualitas layanan bandara diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan bandara juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, investasi dan perdagangan karena akses transportasi udara menjadi salah satu faktor penting dalam menarik mobilitas masyarakat dan pelaku usaha.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antarpemerintah daerah di wilayah Kepulauan Buton untuk bersama-sama memperjuangkan peningkatan konektivitas serta dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat.

Dahrul mengatakan kolaborasi antardaerah diperlukan agar pengembangan transportasi udara dapat dilakukan secara lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Baubau dan Pemkab Buton Selatan berharap konektivitas udara di wilayah Kepulauan Buton semakin baik, sehingga memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat dan percepatan pembangunan daerah,” katanya.

Dengan adanya pembahasan subsidi penerbangan dan pengembangan Bandara Betoambari, pemerintah daerah berharap konektivitas udara di Kepulauan Buton semakin kuat dan mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi kawasan.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaPerumda Pasar Kendari Siapkan 1.800 Kios Gratis untuk Pedagang, Tak Perlu Beli
Bagikan:

Baca Juga