Bejat! TKA di PT OSS Konawe Diduga Lakukan Pelecehan Fisik ke Karyawan Perempuan


Konawe - Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencoreng lingkungan kerja industri pertambangan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di PT Obsidian Stainless Steel (PT OSS) diduga melakukan tindakan bejat terhadap seorang karyawan perempuan lokal.
Kabar ini pertama kali mencuat melalui rekaman suara yang tersebar di salah satu grup percakapan pada Minggu (27/4) lalu.
Rekaman tersebut berisi curahan hati orang tua korban yang mengungkap dengan suara bergetar bahwa anaknya menjadi korban pelecehan fisik oleh salah satu TKA di lingkungan kerja.
“Anak saya dilecehkan. Area payudara anak saya memar karena diremas,” ucap orang tua korban dalam rekaman yang telah tersebar luas.
Akibat aksi tersebut, korban mengalami kesakitan cukup parah hingga muncul memar di bagian tubuhnya.
Peristiwa itu pun langsung memicu reaksi keras dari masyarakat Morosi, yang menuntut perusahaan bertindak tegas dan memastikan perlindungan bagi para karyawan, khususnya perempuan.
Pihak Kepolisian dari Polres Konawe telah bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku. Proses hukum tengah berjalan dan polisi memastikan penanganan kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku.
Saat ini, proses mediasi antara pihak korban dan pelaku sedang berlangsung, difasilitasi oleh pihak perusahaan dengan pengawasan aparat penegak hukum. Meski ada upaya damai, kepolisian menegaskan bahwa hak-hak korban tetap menjadi prioritas.
Salah satu warga Kecamatan Morosi, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi ini. Ia menilai tindakan pelecehan tersebut sangat meresahkan dan tak boleh dibiarkan.
“Ini bukan pertama kali kami dengar kasus semacam ini. Kalau dibiarkan, bisa jadi preseden buruk. Kami minta aparat jangan main damai-damaian saja. Pelaku harus dihukum,” tegasnya, Minggu (11/5).
Upaya konfirmasi kepada Humas PT OSS, Bahar, melalui pesan WhatsApp belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan. Hal serupa terjadi saat media menghubungi Kapolsek Bondoala, IPTU Muh Heder Payopo, yang juga enggan memberikan keterangan.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPengelolaan Dana Desa Muna Barat Masuk Era Digital Lewat Siskeudes 2.0.7
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







