Dari Limbah Sawah ke Material Bangunan, UHO Latih Santri Pesantren Kendari Produksi Batako


Kendari – Abu sekam padi yang selama ini dianggap sebagai limbah dimanfaatkan menjadi bahan alternatif material konstruksi oleh tim dosen Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO).
Inovasi tersebut diterapkan dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN-Tematik 2026 di Pondok Pesantren Abdurrahman bin Auf Wahdah Islamiyah, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Tim yang diketuai Prof. Edward Ngii, Guru Besar bidang konstruksi jalan dan jembatan UHO, melibatkan 15 mahasiswa KKN-Tematik untuk mendampingi santri mempelajari pembuatan batako berbasis abu sekam padi.
Abu sekam padi dipilih karena mengandung silika sekitar 80 hingga 90 persen. Kandungan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian semen dalam campuran material batako.
Sebelum turun ke pesantren, mahasiswa terlebih dahulu menjalani pembekalan di bengkel dan Laboratorium Teknik Sipil UHO pada 8 Juli 2026. Mereka mempraktikkan pencetakan batako sekaligus melakukan pengujian menggunakan mesin uji tekan dan uji rendam air.
Pembekalan juga dilengkapi dengan kajian terhadap sejumlah jurnal ilmiah serta pengamatan langsung terhadap praktik produksi batako di lapangan.
Melalui kegiatan bertajuk “Ekspedisi Batako Kendari 2026”, mahasiswa mendatangi enam usaha batako rumahan di Kecamatan Puuwatu, Mandonga, Baruga, dan Poasia. Mereka mencatat takaran campuran, kapasitas produksi, hingga harga jual batako.
“Kami ingin mahasiswa tahu dulu bagaimana praktik di lapangan sebelum mengajari orang lain. Kalau tidak, yang kami ajarkan bisa jauh dari kenyataan,” ujar Prof. Edward dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9/2026).
Pelatihan di pesantren kemudian digelar pada 8 Agustus 2026. Para santri diajari mulai dari menakar semen dan pasir, mengatur penggunaan air, mengoperasikan alat pres manual, hingga melakukan perawatan agar batako tidak mudah retak.
Sebanyak tiga kelompok yang masing-masing beranggotakan lima santri terlibat dalam praktik tersebut. Dalam satu hari, mereka berhasil menghasilkan 30 batako.
Pada tahap awal, santri menggunakan perbandingan semen dan pasir 1:6 serta 1:7. Penguasaan teknik dasar ini menjadi bekal sebelum mereka menerapkan campuran berbahan abu sekam padi dalam produksi selanjutnya.
Sebagai bagian dari program, tim UHO menyerahkan satu unit alat cetak batako manual beserta perlengkapannya kepada pengelola pesantren.
“Dengan alat itu, pesantren tak lagi bergantung sepenuhnya pada pembelian material dari luar untuk membangun dan menata lingkungannya,” kata Prof. Edward.
Program tersebut didanai melalui DIPA Universitas Halu Oleo Tahun Anggaran 2026 dengan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHO, mulai dari pembekalan mahasiswa hingga monitoring dan evaluasi.
Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Pondok Pesantren Abdurrahman bin Auf serta pelaku usaha batako di Kota Kendari yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Ke depan, pendampingan akan dilanjutkan agar santri mampu membangun usaha batako mandiri di pesantren, sebuah langkah kecil menuju pesantren yang membangun dengan tangannya sendiri,” tutup Prof. Edward.
Editor: Kalpin
Berita BerikutnyaPria di Muna Barat Meninggal Setelah Dua Hari Dirawat, Diduga Minum Racun Rumput
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







