Diancam Pakai Pisau, Gadis Muda di Muna Diperkosa Residivis


Muna - Seorang gadis berusia 18 tahun menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pria berinisial SM, yang merupakan residivis kasus persetubuhan anak. Peristiwa tragis ini terjadi pada 23 September 2024 di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy Purnama Sakti, menjelaskan bahwa SM, yang sebelumnya divonis 13 tahun penjara atas kasus serupa pada 2017, kini kembali beraksi setelah dibebaskan bersyarat.
“Setelah menjalani 6 tahun 10 bulan hukuman, SM tampaknya tidak belajar dari kesalahan dan kembali melakukan tindakan bejatnya,” ungkap AKBP Indra, Jumat (27/09).
Kejadian bermula ketika malam itu korban tertidur di kamarnya. Sekitar pukul 23.00 WITA, SM memasuki rumahnya melalui pintu belakang. Ia menghampiri korban yang terbangun, kemudian menodongkan pisau ke lehernya sambil menutup mulutnya, mengancam agar tidak berteriak.
“Pelaku mengancam akan membunuh korban dan menyimpan jasadnya di kolong tempat tidur jika dia berani berteriak,” tambah Indra.
Korban yang ketakutan tak mampu melawan dan akhirnya menjadi korban pemerkosaan. Setelah kejadian, SM meminta agar korban tidak memberitahukan siapa pun tentang insiden tersebut. Namun, setelah pelaku pergi, korban segera melapor kepada tetangganya untuk mendapatkan bantuan.
Motif di balik perbuatan SM diduga dipicu oleh pengaruh alkohol. "Kami menduga pelaku melakukan aksi ini setelah mengonsumsi minuman keras," tegas Indra.
Polisi segera melakukan penangkapan terhadap SM, yang kini dijerat dengan Pasal 285 KUHP Subs Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Muna telah melaksanakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kekerasan seksual, terutama terhadap perempuan dan anak.
Program Police Goes to Mosque dan Polisi Sambang Sekolah menjadi upaya aktif dalam memberikan himbauan keamanan kepada masyarakat dan siswa. Diharapkan, inisiatif ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mengurangi kasus kekerasan di wilayah tersebut.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPj Bupati Kolut Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMA 1 Ranteangin
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







