Diduga Terlibat Korupsi Bandara, Eks Bupati Buton Selatan Ditahan Jaksa


Kendari - Tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Buton menahan Eks Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani, pada Senin (14/8).
La Ode Arusani ditahan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan belanja jasa konsultasi penyusunan dokumen studi kelayakan Bandara Cargo dan pariwisata di Kecamatan Kadatua pada Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan Tahun Anggaran 2020.
"Bahwa penetapan status tersangka LOA (La Ode Arusani) ini merupakan pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan belanja jasa konsultasi penyusunan dokumen studi kelayakan bandara cargo dan pariwisata di Kecamatan Kadatua Buton Selatan yang telah bergulir beberapa bulan yang lalu," kata Kasipenkum Kejati Sultra, Dodi, Selasa (15/8).
"Dari hasil serangkaian pemeriksaan tim penyidik menemukan adanya fakta-fakta perbuatan yang dilakukan oleh tersangka LOA yang mana perbuatan tersebut telah memenuhi unsur-unsur pasal tindak pidana korupsi atau tim penyidik telah menemukan minimal dua alat bukti sehingga status LOA yang sebelumya diperiksa sebagai saksi dinaikan menjadi tersangka," sambungnya.
Dodi menjelaskan, peran Arusani selaku mantan Bupati Buton Selatan yaitu memerintahkan Kabid Anggaran BPKAD Buton Selatan untuk mengalokasikan anggaran studi kelayakan Bandara di Kecamatan Kadatua tanpa melalui proses perencanaan.
Kegiatan tersebut juga, lanjut Dodi, tidak pernah diusulkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan, tersangka juga menentukan sendiri besar anggaran tanpa melalui kajian maupun penyusunan rancangan angggaran biaya oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan.
Selanjutnya Arusani memerintahkan saksi berinisial AE atau pihak di luar Pemda Buton Selatan untuk membuat kerangka acuan kerja kegiatan studi kelayakan bandara tersebut.
"Selain itu juga tersangka menentukan sendiri besar angggaran kegiatan studi kelayakan bandara sebesar Rp 2 M," ungkapnya.
Dodi mengatakan, La Ode Arusani disangka melanggar Primair Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP Subsidiair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.
"Tersangka LOA ditahan selama 20 hari sejak 14 Agustus 2023 sampai dengan 2 September 2023 di Rutan Kelas IIA Baubau," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar RA
Berita BerikutnyaPejabat Bintang Satu Basarnas RI Kunker ke Kendari dan Wakatobi, Ini Agendanya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







