Ditjenpas Sultra Bidik Kemandirian Ekonomi Warga Binaan, Pelatihan Kerja Jadi Fokus


Kendari – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjajaki kerja sama dengan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari untuk memperkuat keterampilan dan kemandirian ekonomi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta Klien Pemasyarakatan.
Koordinasi tersebut berlangsung pada Senin (26/10/2026). Pertemuan yang melibatkan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ditjenpas Sultra dan Kepala BPKK Kendari, Mashur Malaka, itu membahas peluang pelatihan keterampilan, pengembangan kompetensi kerja, hingga pemberdayaan ekonomi sebagai bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
PK Muda Kanwil Ditjenpas Sultra, Aly Muhammad, mengatakan pembinaan perlu diarahkan pada penguasaan keterampilan produktif agar warga binaan memiliki bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami ingin memastikan bahwa proses pembinaan tidak hanya sebatas menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan bekal keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan produktif,” ujar Aly.
Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga pelatihan kerja diperlukan agar program pembinaan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan potensi ekonomi daerah.
Sejumlah bidang yang berpeluang dikembangkan meliputi kewirausahaan, pengolahan hasil pertanian, keterampilan produksi, serta pengembangan usaha mikro. Bidang-bidang tersebut menjadi opsi untuk membekali warga binaan dan klien pemasyarakatan agar memiliki peluang memperoleh pekerjaan maupun merintis usaha mandiri.
Kepala BPKK Kendari, Mashur Malaka, menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut. Ia menilai pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dapat membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Melalui pelatihan yang tepat dan sesuai kebutuhan pasar kerja, kami berharap Warga Binaan dan Klien Pemasyarakatan dapat memiliki kemampuan yang bernilai ekonomi,” kata Mashur.
Selain pelatihan, kedua pihak juga menjajaki pendampingan, penguatan kapasitas, serta pemetaan jenis keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta. Langkah ini diharapkan menjadi dasar penyusunan program yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung reintegrasi sosial dengan mempersiapkan warga binaan dan klien pemasyarakatan agar lebih mandiri, produktif, serta memiliki daya saing ketika kembali ke masyarakat.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaTiga Mobil Damkar Dikerahkan, Kebakaran Dua Rumah di Muna Sebabkan Kerugian Rp 960 Juta
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







