Ditjenpas Sultra Libatkan Ahli Pertanian UHO, Ini yang Akan Dikembangkan di Lapas dan Rutan


Kendari – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjajaki kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) untuk mendukung program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabag TUM) Kanwil Ditjenpas Sultra, Hasrudin, dengan Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof. Marsuki Iswandi, di Gedung Fakultas Pertanian UHO, Selasa (27/10/2026).
Pertemuan itu membahas peluang pendampingan akademis serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).
Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Sultra, Hasrudin, mengatakan keterlibatan akademisi dibutuhkan untuk mendukung penerapan ilmu pertanian dalam program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami ingin Warga Binaan tidak sekadar mengetahui cara menanam, tetapi memahami bagaimana menghasilkan produk pertanian yang berkualitas melalui penerapan ilmu pengetahuan,” ujar Hasrudin.
Bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama tersebut meliputi analisis kesuburan tanah, penggunaan pupuk organik dan kompos, teknologi hidroponik, irigasi hemat air, pembibitan tanaman hortikultura, serta pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan.
Hasrudin menjelaskan, pendampingan tenaga ahli diperlukan untuk menghadapi sejumlah tantangan pertanian di Lapas dan Rutan, antara lain keterbatasan lahan, kualitas media tanam, ketersediaan air, dan produktivitas hasil pertanian.
Menurutnya, setiap satuan kerja diharapkan dapat menerapkan metode budidaya sesuai karakteristik lingkungan dan potensi sumber daya yang tersedia.
“Pendampingan mulai dari pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, pemupukan, pengendalian hama, hingga pengelolaan hasil panen,” katanya.
Selain teknik budidaya, peluang kerja sama juga mencakup manajemen agribisnis, perencanaan produksi, pengolahan hasil panen, dan pengenalan kewirausahaan pertanian.
Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof. Marsuki Iswandi, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan manfaat ilmu pengetahuan melalui pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan Warga Binaan.
“Ilmu pertanian terus berkembang dan dapat diterapkan dalam berbagai kondisi, termasuk pada lahan yang terbatas,” ujar Marsuki.
Ia mengatakan pendekatan ilmiah dapat digunakan untuk menentukan jenis tanaman yang sesuai, memperbaiki kualitas tanah, mengatur kebutuhan air dan nutrisi, serta meningkatkan produktivitas pertanian.
Marsuki juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan praktik, penyuluhan teknis, dan evaluasi hasil budidaya dengan dukungan dosen serta tenaga ahli Fakultas Pertanian UHO.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaUrus Pernikahan di Belanda, Warga Kendari Butuh Sertifikat Apostille untuk Dokumen Ini
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







