IAIN Kendari Resmi Jadi UIN Kendari, Babak Baru Pendidikan Tinggi Islam di Sultra


Kendari – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari. Perubahan status tersebut ditetapkan melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2026 tentang Universitas Islam Negeri Kendari.
Transformasi ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dengan status sebagai universitas, UIN Kendari memiliki mandat yang lebih luas dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Perubahan status tersebut juga membuka ruang bagi UIN Kendari untuk mengembangkan berbagai disiplin ilmu, memperkuat riset dan inovasi, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Transformasi menjadi UIN Kendari merupakan hasil dari perjalanan kelembagaan yang telah berlangsung hampir enam dekade.
Cikal bakal UIN Kendari bermula dari Fakultas Tarbiyah Filial IAIN Alauddin Ujung Pandang di Kendari yang berdiri pada 28 April 1967.
Pada 1997, lembaga tersebut bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Qaimuddin Kendari. Selanjutnya, melalui Peraturan Presiden Nomor 145 Tahun 2014, STAIN Kendari resmi berubah status menjadi IAIN Kendari.
Kini, melalui Perpres Nomor 49 Tahun 2026, perjalanan panjang tersebut memasuki babak baru dengan lahirnya UIN Kendari.
Rektor IAIN Kendari, Prof Husain Insawan, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya Peraturan Presiden yang menetapkan perubahan status tersebut.
Menurutnya, transformasi menjadi UIN Kendari merupakan hasil dari ikhtiar panjang, kerja keras, doa, serta kolaborasi berbagai pihak.
"Perubahan status IAIN Kendari menjadi UIN Kendari merupakan anugerah sekaligus amanah besar bagi seluruh sivitas akademika. Ini adalah hasil dari ikhtiar panjang, kerja keras, doa, dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Husain.
Husain menegaskan, perubahan status menjadi universitas bukan sekadar pergantian nama institusi. Transformasi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pada seluruh aspek penyelenggaraan perguruan tinggi.
UIN Kendari, kata dia, akan diarahkan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu akademik, memperluas pengembangan keilmuan, serta menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin berkualitas.
"UIN Kendari harus mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan sains, teknologi, sosial, humaniora, dan berbagai disiplin ilmu lainnya,” jelasnya.
Dengan status baru tersebut, UIN Kendari juga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan fakultas dan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.
Selain itu, kampus akan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra di tingkat nasional maupun internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Status baru ini bukan garis akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kami berkomitmen menjadikan UIN Kendari sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di Sulawesi Tenggara,” kata Husain.
Husain turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, para alumni, mitra kerja, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses transformasi IAIN Kendari menjadi UIN Kendari.
Ia berharap perubahan status tersebut menjadi momentum bagi UIN Kendari untuk terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Resminya IAIN Kendari menjadi UIN Kendari menandai fase baru pengembangan perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tenggara.
Dengan mandat yang semakin luas, UIN Kendari diharapkan mampu memperkuat integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, serta menjadi pusat pendidikan, riset, dan inovasi yang berkontribusi bagi pembangunan daerah, nasional hingga global.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPemprov Sultra Teken 7 Perjanjian Pemanfaatan Aset, Kawasan Eks MTQ Kini Dikelola Perumda
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







