Kendari – Komoditas perikanan asal Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan tajinya di pasar internasional. Hingga pertengahan 2026, ekspor ikan dari daerah ini telah mencapai 738 ton dengan nilai sekitar Rp171 miliar.
Permintaan terhadap hasil perikanan Sultra yang terus meningkat tak lepas dari layanan sertifikasi jaminan mutu yang diterapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Plt Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan proses sertifikasi jaminan mutu dari hulu hingga hilir kini semakin cepat karena didukung sistem layanan berbasis online.
Menurutnya, peningkatan ekspor perikanan tersebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian Sultra.
“Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar pada tahun 2025,” ungkap Ishartini dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026) dilansir dari Kompascom.
Sejumlah komoditas perikanan Sultra menjadi primadona di pasar luar negeri. Tuna, gurita, tenggiri hingga rajungan menjadi beberapa hasil laut yang banyak diminati konsumen internasional.
Produk-produk tersebut telah menembus sembilan negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada, serta Republik Dominika.
Untuk memastikan produk perikanan memenuhi standar negara tujuan, KKP saat ini telah mendampingi 17 jenis komoditas perikanan asal Sultra dalam pemenuhan sertifikasi mutu.
Sertifikasi tersebut di antaranya Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Penanganan Ikan yang Baik di atas Kapal (CPIB Kapal), Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), hingga Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
Tak hanya berdampak terhadap nilai ekspor, penguatan sertifikasi mutu juga ikut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
Aktivitas unit pengolahan ikan (UPI) di Kendari terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan produksi untuk pasar ekspor.
Saat ini terdapat 15 UPI ekspor yang beroperasi dan telah menyerap sebanyak 1.249 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 468 merupakan pekerja laki-laki dan 781 pekerja perempuan.
“UPI ekspor saat ini berjumlah 15 UPI yang telah mampu menyerap total 1.249 tenaga kerja dengan rincian 468 pekerja laki-laki dan 781 perempuan,” jelas Ishartini.
Editor: Denyi Risman








