Konawe Selatan – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia memilih Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sebagai lokasi pembangunan Stasiun Peringatan Dini (SPD) Zona Tengah berbasis satelit.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat pemantauan keamanan dan keselamatan laut sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai gangguan di wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Konsek Wahyu Ade Pratama Imran bersama Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Teguh Prasetyo, di Desa Tanjung Tiram, Jumat (11/9/2026).
Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Teguh Prasetyo, mengatakan pemilihan Tanjung Tiram sebagai lokasi pembangunan SPD telah mempertimbangkan posisi wilayah yang dinilai strategis untuk mendukung pemantauan perairan
Teguh menambahkan keberadaan Stasiun Bakamla di Moramo Utara diharapkan dapat mempercepat response time dalam menghadapi gangguan keamanan maupun keselamatan di laut.
Sementara, Wakil Bupati mengatakan pembangunan Stasiun Bakamla memiliki arti penting bagi daerah, mengingat wilayah laut Konsel tidak hanya berfungsi sebagai batas geografis, tetapi juga menjadi ruang kehidupan dan sumber ekonomi masyarakat.
Nelayan, pembudidaya, pelaku usaha perikanan hingga masyarakat yang bergantung pada transportasi laut membutuhkan kondisi perairan yang aman.
“Bagi Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, pembangunan ini bukan sekadar pembangunan sebuah fasilitas atau gedung pemerintahan. Lebih dari itu, kehadiran Stasiun Bakamla merupakan bagian penting dari upaya memperkuat keamanan, keselamatan, dan pengawasan wilayah laut, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dan perekonomiannya pada sumber daya kelautan,” ujar Wabup Wahyu.
Menurut Wahyu, pengelolaan wilayah laut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aktivitas penangkapan ikan yang tidak sesuai ketentuan, potensi pencemaran, pelanggaran wilayah, hingga kegiatan ilegal lainnya yang dapat merugikan masyarakat dan negara.
“Kita juga menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan wilayah laut, mulai dari aktivitas penangkapan ikan yang tidak sesuai ketentuan, potensi pencemaran, pelanggaran wilayah, hingga berbagai bentuk kegiatan ilegal lainnya yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Kehadiran Bakamla di Konawe Selatan memiliki arti yang sangat strategis sebagai simpul penting memperkuat koordinasi dan sinergi pengamanan laut di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Pemkab Konsel juga menyatakan siap memperkuat koordinasi dengan Bakamla, TNI, Polri, instansi teknis hingga pemerintah desa dan masyarakat pesisir.
Wahyu menilai pengawasan laut tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi. Masyarakat pesisir juga memiliki peran penting dalam mendukung sistem keamanan dan pengawasan wilayah perairan.
“Keamanan laut tidak mungkin dibangun hanya oleh satu institusi. Diperlukan kolaborasi dan sinergi antara Bakamla, TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi teknis, pemerintah desa, serta masyarakat pesisir. Kepada masyarakat Kecamatan Moramo Utara, khususnya di sekitar lokasi pembangunan, saya mengajak untuk mendukung pembangunan ini dengan sebaik-baiknya sebagai investasi jangka panjang daerah,” tegas Wabup Wahyu.
Pembangunan SPD berbasis satelit di Tanjung Tiram diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pemantauan keamanan laut, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat pesisir agar dapat berlangsung secara lebih aman dan tertib.
Bagi Konsel, penguatan keamanan laut dinilai penting untuk memastikan potensi kelautan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Editor: Andise SL








