Jurnalis Dilarang Liput Kunker DPR, PT Antam Persulit Akses?


Kendari - Seorang jurnalis media lokal Kendari Kini, Iron, diduga mengalami pelarangan saat hendak meliput kunjungan kerja (kunker) Komisi XII DPR RI, yang membidangi energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup, serta investasi, di Kendari, Jumat (21/3).
Ia mengaku dihadang oleh seorang perempuan yang mengaku dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan diminta untuk mengantongi izin terlebih dahulu sebelum meliput acara tersebut.
“Harus ada memang izinnya. Lagian kalau mau meliput harus ada izinnya,” ujar perempuan bernama Diana itu.
Iron mempertanyakan alasan di balik larangan tersebut. Menurutnya, kunker DPR RI adalah agenda resmi yang seharusnya terbuka untuk publik dan media, bukan pertemuan tertutup perusahaan swasta.
“Sebagai jurnalis, saya hanya menjalankan tugas untuk menyampaikan informasi ke publik. Kenapa harus ada izin khusus? Ini kunjungan kerja wakil rakyat, bukan agenda tertutup perusahaan,” kata Iron.
Acara yang digelar di sebuah hotel di Kota Kendari itu turut dihadiri oleh sejumlah perusahaan, termasuk PT Antam dan PT VDNI.
Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai substansi pertemuan tersebut. Namun, berdasarkan berbagai informasi, sejumlah perusahaan tambang di Bumi Anoa turut ambil bagian dalam agenda tersebut.
Pelarangan terhadap jurnalis dalam acara resmi DPR RI ini menimbulkan tanda tanya besar. Jika tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, mengapa akses media dibatasi?
Tindakan ini dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin hak jurnalis dalam mencari dan menyampaikan informasi. Bab 1 Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat (1) UU Pers menegaskan bahwa pers berhak memperoleh, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi tanpa hambatan yang tidak berdasar.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaJalan Trans Sulawesi di Konawe Utara Lumpuh! Banjir Rendam 50 Meter Akses Jalan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







