Berita  

Kantor Imigrasi Wakatobi Sosialisasi Pencegahan TPPO

Kantor Imigrasi Wakatobi menggelar sosialisasi pencegahan Tindak Pindana Perdagangan Orang (TPPO) di Pulau Kaledupa pada Selasa (5/9). Foto: Dok. Istimewa.

Wakatobi – Kantor Imigrasi Wakatobi menggelar sosialisasi pencegahan Tindak Pindana Perdagangan Orang (TPPO) di Pulau Kaledupa pada Selasa (5/9).

Kegiatan diikuti oleh Camat Kaledupa, Kapolsek Kaledupa dan Kaledupa Selatan, Danramil 1413/07 Kaledupa, Kepala Seksi Taman Nasional Wilayah II Kaledupa, Syahbandar Kaledupa, serta para Kepala Desa dan Lurah se- Pulau Kaledupa.

Kepala Subseksi Teknologi Informasi, Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Wakatobi, Andika Triyuana, mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud upaya preventif agar masyarakat tidak menjadi korban tindak pidana perdangan orang dengan berbagai macam modus.

“Melalui kegiatan ini saya harap menjadi langkah preventif bagi kita semua, bapak ibu peserta kegiatan kiranya dapat meneruskan informasi ini kepada masyarakat lain agar lebih peduli dan teliti utamanya dalam menerima tawaran bekerja di luar negeri dan berbagai modus kejahatan lainnya,” ujar Andika.

Hal senada disampaikan Kepala Subseksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian, Pasha Arkhan. Dalam materi yang dipaparkan, ia menghimbauan kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming bekerja diluar negeri, perlu selektif dan melaporkannya kepada pihak terkait apabila terdapat indikasi tindakan illegal.

“Saya menghimbau disela materi ini, dengan berbagai macam modus yang ada, janganlah kita mudah percaya terhadap iming-iming tinggi bekerja di luar negeri, teliti dan selektif dalam menerima tawaran, serta laporkan segala hal mencurigakan pada pihak terkait,” ujar Pasha.

Dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang dapat berdampak pada tindakan dalam upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang melalui berbagai modus untuk bekerja di luar negeri khususnya bagi masyarakat di wilayah Wakatobi.


Editor: Muh Fajar RA

error: Content is protected !!
Exit mobile version