Kendari – Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Irjen Pol Himawan Bayu Aji, menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, khususnya yang disampaikan melalui media pers.
Hal itu disampaikan Kapolda saat menggelar coffee morning bersama pimpinan media, jurnalis, dan organisasi pers di Kendari, Jumat (4/9/2026) pagi.
Menurut Himawan, kritik yang disampaikan kepada kepolisian dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja jajarannya, sepanjang disampaikan berdasarkan objektivitas.
Ia menilai kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki pelayanan sekaligus meningkatkan kinerja institusi kepolisian.
“Kami senantiasa terbuka terhadap kritik dan masukan dari rekan-rekan media sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan serta meningkatkan kinerja kepolisian,” kata Irjen Pol Himawan.
Sebagai bentuk keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat, Polda Sultra saat ini tengah membangun fasilitas yang diberi nama Pojok Aspirasi.
Melalui Pojok Aspirasi tersebut, masyarakat nantinya dapat menyampaikan aspirasi dengan nyaman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun ketertiban umum.
“Saya selalu sampaikan pada anggota bahwa kalau ada yang ingin menyampaikan aspirasinya, jangan dilarang, karena aturannya ada, sepanjang proses penyampaiannya tidak mengganggu Kamtibmas,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Kapolda menegaskan media pers merupakan mitra kritis sekaligus strategis bagi kepolisian. Media dinilai memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Suwarjono, mengatakan media memang harus memiliki ruang kritis sebagai bagian dari kontrol dan evaluasi terhadap kinerja pemerintah maupun institusi publik.
Menurutnya, kritik yang disampaikan melalui media harus tetap berlandaskan objektivitas serta berpedoman pada Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.
“Jadi Pak Kapolda, kawan-kawan jurnalis ini tidak melulu menulis berita tentang yang baik-baik saja. Ada ruang kritis yang disampaikan, sepanjang itu berdasarkan objektivitas, bukan subjektivitas. Itu merupakan bagian dari evaluasi kinerja Polda Sultra,” pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi








