Kasat Pol PP Sultra Buka Suara soal Insiden Perkelahian dengan Anggotanya: Saya Diserang Duluan

Sultranesia
2 Min Baca
Kasat Pol PP Sultra Buka Suara soal Insiden Perkelahian dengan Anggotanya: Saya Diserang Duluan
Kasat Pol PP Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hanim Imbu. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Kasat Pol PP Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hamim Imbu, buka suara terkait insiden perkelahian dengan salah satu anggotanya bernama Akbar yang terjadi di kantor Satpol PP Sultra pada Kamis (13/8) sore.

Kepada media ini, Hamim membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia mengaku melakukan tindakan itu setelah Akbar lebih dulu mendatanginya dalam kondisi emosi dan menyerangnya lebih dulu.

Hanim juga mengakui dirinya memang tidak memberikan rekomendasi kepada Akbar untuk mewakili Satpol PP dalam turnamen bulutangkis antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Persoalan rekomendasi tersebut diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya perkelahian.

"Dalam technical meeting kegiatan bulutangkis itu yang diundang kepala OPD. Saya tidak sempat hadir karena menyelesaikan tugas yang ada di kantor sesuai perintah Pak Gubernur. Dalam technical meeting itu harus ada rekomendasi dari kepala OPD. Yang saya rekomendasikan bukan dia (Akbar), tapi dia tetap memaksakan ikut bertanding," beber Hamim, Jumat (14/8) petang.

"Setelah dia (Akbar) ikut bertanding, datang di kantor, serang saya, melempar pakai batu, memukul, mendorong saya, siapapun pasti marah, apalagi kita sebagai pimpinan," imbuhnya.

"Karena saya didorong, saya berteriak, jangan ko lari, ko lari, sini saya selesaikan kamu. Itu naluri manusiawi," tambahnya.

Terkait narasi yang berkembang bahwa dirinya menghalangi kegiatan perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di lingkungan kantornya, Hanim membantah hal tersebut.

"Jadi tidak ada narasi bahwa saya menghalangi kegiatan 17 Agustus. Bahkan saya di kantor menyelenggarakan kegiatan sebelum OPD lain," katanya.

Hamim kemudian menjelaskan alasan dirinya tidak memberikan rekomendasi kepada Akbar untuk mewakili Satpol PP dalam pertandingan bulutangkis antar-OPD.

"Dia (Akbar) tidak dilibatkan karena karakter individunya impulsif, merusak, dan melakukan sejumlah tindakan kesalahan," tegasnya.

Menurut Hamim, Akbar juga telah beberapa kali melakukan pelanggaran disiplin selama bertugas di Satpol PP Sultra.

"Akbar itu sudah ketiga kali melakukan pelanggaran, dan kejadian kemarin itu saya sudah kelewat sabar karena saya diperlakukan seperti itu sebagai pimpinan," tegasnya.

Hamim memastikan insiden tersebut akan dibawa ke jalur hukum. Selain proses pidana melalui kepolisian, ia juga akan menempuh proses kode etik dan kepegawaian sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Saya akan proses dengan aspek pidana di kepolisian, dan di kepegawaian juga saya akan proses. Tadi surat kode etik. Akan saya ajukan surat di kepegawaian, bukan lagi penundaan kenaikan pangkat barangkali, karena sudah berkali-kali (pelanggaran), bisa jadi ke aspek yang lebih luas," pungkasnya.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaKasat Pol PP Sultra Terlibat Perkelahian dengan Anggotanya di Kantor
Bagikan:

Baca Juga