Kasat Pol PP Sultra Terlibat Perkelahian dengan Anggotanya di Kantor

Sultranesia
3 Min Baca
Kasat Pol PP Sultra Terlibat Perkelahian dengan Anggotanya di Kantor
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hamim Imbu, tampak ditenangkan oleh anggota lain saat terkibat perkelahian dengan anggotanya bernama Akbar. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Video yang memperlihatkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hamim Imbu, terlibat baku hantam dengan anggotanya viral di media sosial.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di Kantor Satpol PP Sultra pada Kamis (13/8) sore.

Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi Sultranesia.com, terlihat Kasat Pol PP memegang helm dan diduga hendak memukul seorang anggota yang diketahui bernama Akbar.

Aksi tersebut kemudian dihentikan oleh sejumlah anggota Pol PP lainnya. Kasat tampak dirangkul untuk mencegah keributan berlanjut. Sementara Akbar juga terlihat ditahan oleh anggota lainnya.

Dalam video tersebut, Kasat Pol PP kemudian berlari menuju arah kantor sambil menunjuk-nunjuk anggotanya yang terlibat perselisihan.

“Tunggu kau,” kata Kasat.

Tak lama berselang, Kasat kembali dan mencoba mengejar Akbar. Namun, aksinya kembali dihalangi oleh sejumlah anggota.

Keributan belum mereda. Kasat terlihat masih berupaya memburu anggotanya, tetapi terus dicegah oleh anggota lainnya.

“Sudah Pak, sudah Pak, kita proses, kita proses,” kata seorang perempuan dalam video.

Di tengah keributan tersebut, terdengar Kasat Pol PP Sultra mengucapkan kalimat bernada ancaman kepada Akbar.

“Akbar, sini, saya bocorkan ususmu,” ucap Kasat.

Keributan yang terjadi di lingkungan Kantor Satpol PP Sultra tersebut berlangsung cukup lama hingga sejumlah anggota berupaya memisahkan keduanya.

Sultranesia.com telah melakukan konfirmasi kepada Kasat Pol PP Sultra, Hamim Imbu, melalui pesan singkat WhatsApp terkait peristiwa tersebut.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, Hamim belum memberikan respons.

Sementara itu, Akbar, anggota Satpol PP Sultra yang terlibat perselisihan dengan Kasat, membeberkan kronologi awal peristiwa tersebut.

Menurut Akbar, peristiwa bermula saat dirinya mewakili Satpol PP Sultra dalam pertandingan olahraga bulutangkis dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.

"Awalnya itu ketika saya mewakili kantor untuk bertanding kegiatan olahraga antar OPD. Saat saya sedang menunggu giliran bertanding, datang panitia konfirmasi ke saya, bahwa panitia baru ditelfon sama Pak Kasat, saya disuruh didiskualifikasi dalam turnamen tersebut karena alasannya saya tidak mendapat rekomendasi dari pimpinan," beber Akbar.

"Panitia sempat membela saya, katanya sebenarnya ini kegiatan tidak perlu rekomendasi pimpinan, selama dia anggota Pol PP dan ASN berhak mengikuti pertandingan ini," imbuhnya.

Akbar mengaku tetap melanjutkan pertandingan meski akhirnya mengalami kekalahan.

"Di situ saya tetap bertanding, tapi sudah kena mental. Akhirnya saya kalah. Setelah pertandingan karena saya tidak tenang saya coba ke kantor untuk konfirmasi langsung sama beliau (Kasat). Saat di kantor saya lihat beliau di depan ruangannya. Nah karena saya masih terbawa emosi, saya spontan ambil batu, niatnya saya mau lempar ke tembok kantor untuk meluapkan emosi saya, tapi batu terpental kena kaca kantor akhirnya pecah," bebernya.

Menurut Akbar, setelah itu dirinya menghampiri Kasat untuk menanyakan persoalan yang terjadi.

"Terus saya maju ke beliau dan saya bilang, apa masalah bapak sama saya, kenapa biar olahraga bapak intimidasi saya. Terus saya dikerumuni sama ajudannya, pramunya, sopirnya, mereka langsung peluk saya mereka bilang sudah sudah," ungkapnya.

Akbar kemudian mengaku terjadi kontak fisik antara dirinya dan Kasat.

"Terus beliau sempat mengacungkan tangannya ke saya, saya sempat kena pelipis saya, tapi saya menghindar. Karena saya kena pukulan saya mengamuk, saya langsung maju, saya tanya apa maumu. Terus mungkin dia mundur-mundur dia terjatuh, terus saya kembali ditahan sama anggota lain. Dan kejadian lengkapnya itu ada di video yang beredar itu," pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan dari Hamim Imbu terkait kronologi versi dirinya maupun dugaan ancaman yang terekam dalam video tersebut.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaJual Tanah Milik Orang Lain, Pria di Kendari Ditangkap Polisi
Bagikan:

Baca Juga