Kasus 2 Orang Tewas di PT Mining Maju Bakal Dilaporkan ke Mabes Polri


Kendari - Kasus dua pekerja tambang tewas di lokasi bekas wilayah IUP PT Mining Maju di Kolaka Utara (Kolut) beberapa waktu lalu mendapat sorotan dari Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pasalnya, hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam targedi tersebut.
Menurut Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, harusnya pihak berwenang mengusut tuntas peristiwa tersebut, sebab terjadi di lokasi yang ditambang secara ilegal oleh para penambang liar.
"Tragedi di eks IUP PT Mining Maju ini seperti ada yang janggal menurut kami, masa iya kasus yang jelas-jelas murni terjadi kegiatan pertambangan ilegal, bahkan sampai memakan korban jiwa sampai sekarang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Hendro kepada Sultranesia.com, Sabtu (15/10).
Pria yang karib disapa Egis ini menduga, ada upaya dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menutupi tragedi tambang ilegal berujung maut di eks IUP PT Mining Maju itu.
"Kuat dugaan kami bahwa tragedi tambang ilegal berujung maut di eks WIUP PT Mining Maju itu ingin ditutupi atau didiamkan. Sebab sampai hari ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Baik dari aspek penambangan ilegal maupun dari aspek menyebakan hilangnya nyawa seseorang," jelasnya.
Egis mengatakan, kasus tewasnya dua pekerja tambang itu merupakan bukti kuat bahwa ada kegiatan penambangan ilegal di eks IUP PT Mining Maju. Namun dibiarkan saja.
"Tragedi yang terjadi di eks IUP PT Mining Maju seakan membuka mata kita bahwa ada dugaan pembiaran terhadap praktik penambangan ilegal di lokasi itu," ucapnya.
Untuk itu, secara kelembagaan, pihaknya akan segera bertandang ke Mabes Polri untuk melakukan aksi soal penambangan ilegal di eks IUP PT Mining Maju yang sudah menelan korban jiwa.
"Kasus ini harus menjadi perhatian, sebab pemberantasan tambang ilegal menjadi salah satu prioritas Bapak Kapolri, apalagi kegiatan tambang ilegal di eks IUP PT Mining Maju ysampai memakan korban jiwa," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaBreaking News: Gempa Guncang Muna Barat
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







